Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Danau Toba. Foto ilustrasi: IST

Danau Toba. Foto ilustrasi: IST

Toba Sumbang Devisa Rp 14 Triliun

Eva Fitriani, Sabtu, 20 Juli 2019 | 08:32 WIB

JAKARTA – Kawasan wisata Danau Toba di Sumatera Utara, ditargetkan mampu menyumbangkan devisa hingga Rp 14 triliun pada tahun 2020 sebagai salah satu destinasi super prioritas yang sedang didorong perkembangannya oleh Pemerintah.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, setelah Rapat terbatas pada Senin (15/7) di Kantor Presiden, Jakarta, Pemerintah menggelontorkan angaran tambahan sebesar Rp 6,4 triliun yang dibagi keempat destinasi super prioritas ke beberapa Kementerian/Lembaga pada 2020.

“Bila dirata-rata, masing-masing destinasi mendapat Rp 1,6 triliun. Namun Danau Toba diharapkan bisa lebih besar atau mendapat Rp 2 triliun karena luas wilayahnya juga besar. Dengan investasi itu, Danau Toba ditargetkan menghasilkan 1 juta wisatawan mancanegara (wisman) dengan devisa US$ 1 miliar atau mencapai Rp 14 triliun,” kata Menpar di Jakarta, Jumat (19/7).

Menpar menegaskan, nilai investasi Rp 2 triliun itu dianggap tidak seberapa bila dibandingkan dengan devisa yang akan didapat sebesar Rp 14 triliun pada 2020. Dia meyakini, perolehan devisa ini akan terealisasi pada tahun depan.

Menpar mengungkapkan, optimisme itu muncul seiring melonjaknya jumlah kunjungan melalui Bandara Silangit sepanjang tahun 2016-2017 yang mencapai 300%. Angka itu tumbuh dari 90 ribu menjadi 280 ribu penumpang.

“Dulu siapa yang mau mendarat di Silangit. Terbukti, di tahun 2018 jumlahnya mencapai 480 ribu penumpang,” kata Menpar.

Untuk mewujudkan target itu semua, lanjut Arief Yahya, Pemerintah mendorong unsur Atraksi, Akses, dan Amenitas di Danau Toba agar berstandar internasional. “Target 1 juta wisatawan itu bisa tercapai bila semuanya sudah berstandar internasional,” tegas dia.

Dari sisi atraksi, salah satu danau vulkanik terbesar di dunia itu ditargetkan akan mendapat pengakuan internasional dari Unesco Global Geopark tahun ini. Sementara dari sisi Akses, infrastruktur bandara Silangit sudah siap menjadi bandara internasional. Untuk jalur darat, jalan tol dari Kualanamu-Tebing Tinggi diharapkan berlanjut hingga Parapat.

“Jalan outer ring road di sekitar Samosir dan sekitar Danau Toba juga sudah confirm, ada juga 4 pelabuhan semua confirm. Sementara untuk Amenitas sudah ada proyeksi investasi sebesar Rp 6 triliun dari 7 investor,” kata Menpar.

Dua investor lokal, yakni PT Sekarmas Nusantara yang merupakan pemilik dan pengelola Merapi Park, serta PT Artha Prakarana telah menyatakan minatnya untuk mengembangkan pariwisata di kawasan Toba. Keduanya telah melakukan site visit ke Danau Aek Natonang, Kabupaten Samosir bersama calon investor lainnya atas undangan Kementerian Pariwisata di akhir April 2019.

Kepala Bidang Investasi Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Mugiyanto mengatakan, site visit itu dilakukan sebagai komitmen untuk memajukan pariwisata Danau Toba dan sekitarnya yang merupakan salah satu destinasi prioritas dari 10 Bali Baru yang dicanangkan pemerintah. “Upaya yang kami lakukan adalah memfasilitasi dan mempertemukan calon investor dengan pemerintah daerah Kabupaten Samosir, dalam Forum Investasi, pada 29-30 April 2019 di Pulau Samosir, Sumatera Utara,” kata dia.

Mugiyanto mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk Sinergi Promosi Investasi Pariwisata antara Asdep Investasi Pariwisata, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. "Diharapkan kegiatan ini menjadi magnet untuk menarik para investor berinvestasi di sektor pariwisata baik di bidang jasa akomodasi seperti perhotelan, resort, restoran maupun atraksi buatan lainnya, seperti jenis-jenis permainan air. Mengingat di lokasi ini terdapat sebuah danau yg cukup potensial untuk dikembangkan menjadi salah satu wahana permainan air," ujar dia.

Mugiyanto menjelaskan, Danau Aek Natonang di Pulau Samosir yang ada di dalam Danau Toba menjadi salah satu kawasan yang ditawarkan oleh Pemkab Samosir untuk dikelola oleh investor. Kawasan dengan luas 65 hektare ini rencananya dikembangkan sebagai lokasi kebun raya dengan berbagai macam atraksi serta akomodasi.

"Untuk saat ini, ada dua calon investor yang menunjukkan ketertarikannya dalam mengembangkan pariwisata di Kabupaten Samosir, yakni PT Sekarmas Nusantara yang dan PT Artha Prakarana, Jakarta," tutur dia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA