Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi jalan tol. Foto: Ist

Ilustrasi jalan tol. Foto: Ist

MULAI DIKONSTRUKSI

Tol Semarang-Demak Seksi II Ditargetkan Rampung 2021

Rabu, 15 Januari 2020 | 14:05 WIB
Tri Murti

SEMARANG, investor.id - Pembangunan fisik proyek Jalan Tol Semarang-Demak Seksi II ruas Sayung-Demak sepanjang 16,31 kilometer mulai dikerjakan dengan target penyelesaian pada akhir 2021.

"Saat ini yang kami kerjakan seksi II dulu dan telah berjalan, sedangkan Jalan Tol Semarang-Demak Seksi I ruas Semarang-Sayung yang bakal memiliki desain tanggul laut prosesnya masih terkendala pembebasan lahan," kata Direktur Utama PT Pembangunan Perumahan Semarang Demak Handoko Yudianto di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (14/1).

PT PP Semarang Demak merupakan badan usaha yang memegang konsesi perusahaan jalan tol Semarang-Demak yang terdiri atas tiga konsorsium yakni PT PP Perumahan Semarang-Demak, Wijaya Karya (Persero), dan M3 sebagai badan usaha swasta. Saat beraudiensi dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, pimpinan konsorsium perusahaan Jalan Tol Semarang-Demak mengatakan bahwa pengerjaan jalan tol dengan total panjang 27 km tersebut terbagi dalam dua seksi.

Seksi I berada di ruas Semarang-Sayung sepanjang 10,69 km dan Seksi II sepanjang 16,31 km yang membentang dari Sayung sampai Demak kota, untuk Seksi II lahan yang dibebaskan telah mencapai 60%.

"Masa pengerjaan berlangsung selama 17 bulan dengan total investasi sebesar Rp 5,4 triliun. Akhir 2021 pengerjaan fisik seksi II selesai, ketika beroperasi nanti tarifnya Rp 1.124 per kilometer. Hitung-hitungan kami kendaraan yang bakal melintasi ruas Sayung-Demak sebanyak 16.276 per hari," ujar dia seperti dikutip dari Antara.

Ganjar Pranowo.Foto: twitter
Ganjar Pranowo.Foto: twitter

Menanggapi tertundanya pengerjaan fisik Jalan Tol Semarang-Demak Seksi I, Gubernur Ganjar meminta ada percepatan, dan pihaknya telah berkomunikasi dengan Kementerian ATR/BPN terkait status tanah serta pembebasan lahan.

"Harus ada win-win solution untuk pembebasan lahan itu. Masyarakat mengatakan tanah itu miliknya, bisa menunjukkan sertifikat, tapi wujud tanahnya sudah tidak ada karena terendam rob," kata Ganjar.

Untuk pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Seksi I yang investasinya mencapai Rp 9 triliun itu bakal dilengkapi dengan jalan melayang di atas laut sepanjang 8 km dengan tinggi 5 meter.

Ganjar berharap selain bangunan tersebut yang berfungsi sebagai tanggul laut, juga bakal digarap infrastruktur penunjang.

"Ekoturisme, kawasan industri kreatif, perumahan, dan kolam retensi yang semuanya memiliki konsep go green. Haram hukumnya mengambil air tanah, energi memakai yang terbarukan, kalau bisa ini akan jadi kawasan yang luar biasa," ujar Ganjar.

Tak Lebihi Tonase

Sementara itu, para pemilik dan pengemudi angkutan barang diimbau tidak membawa barang dengan berat melebihi tonase yang telah ditentukan agar ruas jalan tidak cepat rusak, terutama di jalur Pantai Utara Jawa (Pantura) Tengah saat musim hujan.

"Kondisi jalan Pantura jangan diperparah dengan banyaknya kendaraan berat melintas dengan muatan berlebih, karena kendaraan yang berlebih ODOL atau over dimension over load akan memperparah kerusakan jalan," kata Gubernur Ganjar.

Menurut dia, para pengusaha pemilik armada kendaraan berat dan sopir truk harus bisa mengikuti aturan untuk tidak mengangkut barang melebihi tonase, sebab selain membantu jalan awet, juga mencegah terjadinya kecelakaan di jalan akibat kelebihan muatan.

"Nanti biar Kemenhub mengatur over dimention over loading itu dikontrol betul, jembatan timbang mesti mengontrol," ujar Ganjar Pranowo.

Guna memantau kondisi jalan di jalur Pantura, Pemprov Jawa Tengah melalui Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Cipta Karya siap menerjunkan tim patroli untuk membantu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Ganjar Pranowo menyebutkan bahwa jalan di Pantura wilayah Jawa Tengah sebagian mulai rusak dan berlubang, salah satunya akibat dari tingginya curah hujan, sehingga mempercepat tergerusnya aspal serta membuat genangan.

"Tim patroli jalan siap diterjunkan kapan saja, apalagi selama ini jalinan kerja antara Dinas PU, Bina Marga, dan Cipta Karya Jawa Tengah dengan Kementerian PUPR telah berjalan dengan baik," kata dia.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN