Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam peluncuran Gerakan Nasional Wakaf Uang dan Peresmian Brand Ekonomi Syariah, Senin (25/1)

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam peluncuran Gerakan Nasional Wakaf Uang dan Peresmian Brand Ekonomi Syariah, Senin (25/1)

Total Wakaf Tunai RI Capai Rp 328 Miliar

Senin, 25 Januari 2021 | 11:12 WIB
Arnoldus Kristanus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

Jakarta, investor.id-Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, wakaf dana tunai yang telah dikumpulkan dan dititipkan di perbankan telah mencapai Rp 328 miliar hingga 20 Desember 2020, sedangkan dana untuk proyek berbasis wakaf telah mencapai Rp 597 miliar. Untuk mengoptimalkan pembiayaan melalui wakaf, pemerintah terus melakukan edukasi dan sosialisasi wakaf uang untuk meningkatkan literasi dan kesadaran masyarakat.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, di Indonesia, wakaf telah berkembang dengan sangat baik, namun umumnya masih berupa wakaf properti berupa tanah dan bangunan untuk berbagai kepentingan umat seperti masjid, madrasah, pesantren, dan tempat pemakaman. “Sampai 20 Desember, wakaf tunai Rp 328 miliar, pemerintah terus mengedukasi dan melakukan sosialisasi wakaf uang untuk meningkatkan literasi dan kesadaran masyarakat. Upaya ini sejalan dengan upaya kami untuk terus meningkatkan pembiayaan yang berbasis syariah yang semakin meningkat oleh masyarakat baik di Indonesia maupun dunia,” kata Sri Mulyani Indrawati dalam peluncuran Gerakan Nasional Wakaf Uang dan Peresmian Brand Ekonomi Syariah oleh Presiden RI, Senin (25/1).

Tahun ini, pemerintah juga meningkatkan pembiayaan melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang dihubungkan dengan proyek. Pembiayaan melalui SBSN diperkirakan akan lebih dari Rp 27 triliun untuk menjalankan pembangunan. Sri Mulyani mengatakan, jumlah ini merupakan peningkatan pesat sebab saat dimulai pada tahun 2013 hanya 1 Kementerian yang menggunakan SBSN proyek. Sedangkan saat ini sudah ada 11 Kementerian di dalam penggunaan surat berharga syariah negara. “Salah satu tantangan pengembangan ekonomi syariah adalah masih rendahnya literasi ekonomi dan keuangan syariah, untuk itu komite nasional ekonomi keuangan syariah menginisiasi peluncuran brand ekonomi syariah,” ucap Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia.

Sri Mulyani menuturkan, dengan adanya brand ekonomi syariah akan mengintegrasikan peningkatan literasi, edukasi, dan sosialisasi ekonomi syariah yang bersifat masif dan inklusif. Pada saat yang sama pemerintah juga fokus pada peningkatan pengetahuan keterampilan serta keyakinan masyarakat akan ekonomi keuangan syariah. “Brand ekonomi syariah dapat dipergunakan oleh seluruh kementerian dan lembaga serta para stakeholder yang bergerak bidang ekonomi dan keuangan syariah pada setiap produk, program, kegiatan, maupun kampanye yang dilakukan,” ucap Sri Mulyani.

Sejalan dengan perkembangan ekonomi dan keuangan syariah syariah, sektor dana sosial syariah atau filantropi islam yang mencakup zakat, sodaqoh, infaq, dan wakaf yang juga merupakan bagian yang berpotensi sangat strategis untuk dikembangkan. Sektor dana sosial syariah memiliki potensi besar dalam turut mendukung berupaya mengatasi masalah pembangunan, kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir para stakeholder atau pemangku kepentingan wakaf telah berusaha berusaha mengembangkan wakaf uang untuk dikelola secara produktif, amanah, akuntabel, dan profesional.

 

 

Editor : Tri Listiyarini (tri_listiyarini@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN