Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
 Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated

Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated

Traffic Tol di DKI Jakarta, Banten, JabarTurun 42-60 %, Danang: Kami Pasti Bantu

Selasa, 28 April 2020 | 13:43 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id - Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diberlakukan di 14 ruas tol yang tersebar di Provinsi DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat mengakibatkan traffic turun sekitar 42% hingga 60%.

Persentase penurunan tersebut diperoleh setelah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan pemantauan dan evaluasi traffic di sejumlah ruas tol yang terdampak PSBB. 

Mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) No 21 Tahun 2020 tentang PSBB dalam rangka percepatan penanganan Covid-19, 14 ruas tol di DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat telah ditetapkan untuk diberlakukan PSBB guna membatasi pergerakan dan interaksi orang.

Basuki Hadimuljono di BNPB. Sumber: BSTV
Basuki Hadimuljono di BNPB. Sumber: BSTV

Meski demikian, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyatakan layanan jalan tol dan non-tol tetap beroperasi sebagai jalur logistik untuk pergerakan barang kebutuhan pokok atau pangan, alat kesehatan, serta layanan kesehatan atau kendaraan medis. Juga untuk pergerakan orang pada skala lokal atau kawasan Jabodetabek.

Terkait penurunan angka traffic, Basuki menyebut masih didominasi oleh pergerakan lokal di kawasan megapolitan seperti Jabodetabek dan pergerakan logistik (angkutan barang).

Di Provinsi DKI Jakarta terdapat 7 ruas tol yang berada dalam wilayah PSBB yakni Ruas Tol Cawang – Tomang – Pluit, Tol Cawang – Tanjung Priuk – Ancol Timur – Jembatan Tiga atau Pluit, Tol JORR Non S (Seksi E1, E2, E3), JORR S, JORR W2 Utara, JORR W2 S, dan Tol Prof Dr Ir Soedijatmo.

"Penurunan traffic ruas tol di wilayah DKI Jakarta rata-rata sebesar 42 % dengan tingkat penurunan terbesar berada di ruas tol Prof. Sedijatmo (Bandara) sebesar 57%," kata Basuki dalam pernyataan tulisnya, Senin (27/4).

Sementara 2 ruas tol di wilayah Banten yang menerapkan PSBB yaitu Tol Jakarta – Tangerang dan Tol Tangerang Merak yang mengalami penurunan traffic rata-rata sebesar 37%. Penurunan paling besar terjadi di ruas Tol Kunciran – Serpong sebesar 60%. Di mana, titik check point masing-masing tersebar di GT Serang Barat, GT Serang Timur, GT Cilegon Timur, GT Cilegon Barat dan GT Merak.

Untuk wilayah Jawa Barat, ruas tol yang menerapkan PSBB yakni ruas Tol Jakarta – Bogor – Ciawi, Tol Jakarta – Cikampek, Tol Jakarta – Cikampek II Elevated, Tol Cikampek – Padalarang, dan Tol Padalarang – Cileunyi. Di wilayah ini, tingkat penurunan paling signifikan berada di ruas Tol Jakarta – Cikampek yakni sebesar 60%. 

Basuki membeberkan, penurunan angka traffic paling tinggi berasal dari ruas-ruas tol antar wilayah dikarenakan pembatasan pergerakan terutama Mudik Lebaran. Sebagai ilustrasi, penurunan di ruas Cikarang Utama ke Kalikangkung (Semarang) berkisar 60 hingga 70 %, sedangkan di ruas Bakauheuni - Bandar Lampung hingga akhir April ini tercatat penurunan berkisar 70 hingga 80%.

Asosiasi Tol Layangkan Surat

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit. Foto: tsipil.ugm.ac.id
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit. Foto: tsipil.ugm.ac.id

Sebagai buntut dari penurunan traffic tersebut, Asosiasi Tol pun melayangkan surat kepada Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit. Dia mengaku, bahwa hari ini dirinya telah menerima surat dari Asosiasi Tol.

Danang menyatakan, pihaknya pasti akan memberikan bantuan kepada para investor sejauh dimungkinkan dalam perjanjian konsesi. Namun, yang juga mesti dipahami, kata dia, ada beberapa usulan yang sifatnya diteruskan ke instansi lain.

Sebab, pengambilan kebijakan tidak hanya berada di Kementerian PUPR, tetapi juga di Kementerian Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan atau Bank Indonesia.

"Kalau yang berada di kewenangan menteri PUPR, kami akan memberikan masukan ke beliau," tutur Danang kepada Investor Daily, Selasa (28/4).

Sebelumnya, Kementerian PUPR juga menerbitkan Surat Edaran Menteri PUPR 07/SE/M/2020 tentang penerapan physical distancing di 25 Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) atau Rest Area sebagai langkah pencegahan Covid -19 di jalan tol.

Teknisnya, standar social distancing diterapkan salah satunya melalui pembatasan jumlah kendaraan masuk ke TIP atau rest area hingga 50% dari kapasitas tampung.

Bukan hanya itu, Kementerian PUPR juga menerbitkan surat izin penutupan sementara Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) sebagai upaya pembatasan dan pengendalian transportasi untuk menekan potensi penyebaran Virus Covid -19 selama masa mudik Lebaran 2020.

Penutupan sementara Tol Japek II Elevated berlaku sejak Jumat, 24 April 2020 lalu hingga berakhirnya periode larangan Mudik Lebaran 2020.

Penutupan Tol Japek II Elevated ini berlaku untuk kedua arah, baik dari arah Cikampek maupun arah Jakarta. Semua akses masuk juga ditutup, baik dari arah JORR maupun Jakarta – Cikampek Bawah dan Gerbang Tol (GT) Cikunir 6 arah Jatiasih dan GT Cikunir arah Rorotan. (c01)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN