Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menteri BUMN Erick Thohir dalam acara peluncuran holding dan subholding PT PLN (Persero).

Menteri BUMN Erick Thohir dalam acara peluncuran holding dan subholding PT PLN (Persero).

Transformasi BUMN, Erick Thohir: Utang PLN Turun Jadi Rp 407 Triliun

Rabu, 21 September 2022 | 23:49 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan, utang PT PLN (Persero) menyusut signifikan menjadi Rp 407 triliun dari semula Rp 500 triliun.

“Alhamdulillah, berkat dorongan kami dan pengawasan Komisi VI sekarang utang PT PLN yang tadinya Rp 500 triliun, ketika kita sama-sama mulai melakukan transformasi, sekarang utang PLN sudah turun menjadi Rp 407 triliun,” ungkap Erick dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu (21/9/2022).

Menurut dia, keberhasilan PLN menekan utang tersebut tidak lepas dari adanya percepatan pembayaran dan pelunasan yang terjadi selama tiga tahun terakhir sebagai bagian dari penyehatan arus kas perseroan.

Dengan demikian, Erick meyakini PLN siap untuk bertransformasi untuk menghadapi green industry atau kehidupan masyarakat di era digital.

Baca juga: Restrukturisasi PLN, Erick Thohir: Listrik Nasional Harus Layani Energi untuk Rakyat

Sementara itu, Komisi VI DPR juga telah memberikan lampu hijau untuk memberikan Penyertaan Modal Negara (PMN) Tahun Anggaran (TA) 2023 kepada PLN sebesar Rp 10 triliun.

Erick pun memastikan bahwa suntikan modal tersebut akan digunakan secara tepat sesuai arahan Komisi VI untuk pemerataan listrik kepada masayrakat yang tertinggal.

“Jadi kalau masyarakat di kota mendapat akses listrik luar biasa, industri juga mendapat akses tentu masyarakat desa juga harus mendapat akses yang sama,” ujar Erick.

Baca juga: Subsidi Energi akan Dibayarkan ke PLN dan Pertamina per Kuartal

Apalagi, kata dia, listrik sudah menjadi kebutuhan bukan hanya bagi dunia usaha, tetapi juga bagi dunia pendidikan sebagai bagian dari proses digitalisasi sekaligus kesejahteraan masyarakat bagi UMKM.

Karena itu, Erick akan memaparkan progres pembentukan holding dan subholding PLN yang terbaru dalam rangka untuk memilah mana Public Service Obligation (PSO) dan mana aksi korporasi (corporate action).

“Kalau ditanya keberpihakan PLN dan pelayanan kepada masyarakat pasti itu menjadi prioritas. Perusahaan sehat pasti harus melayani masyarakat yang membutuhkan. Tapi kenapa muncul isu mengenai penghapusan 450 VA, padahal kami dari Kementerian BUMN juga sempat bertanya-tanya dan saya yakin Komisi VI tidak pernah membahas hal ini dan saya yakini itu,” beber Erick.

Baca juga: Saham-saham Emiten Kendaraan Listrik Bergerak Bullish, Ini Analisisnya...

Untuk itu, Erick menegaskan bahwa Kementerian BUMN tidak memiliki rencana untuk menghapus daya listrik 450 VA. Sebaliknya, Kementerian BUMN justru mendorong agar listrik bisa terhubung ke desa-desa dan layanannya dapat dinikmati masyarakat yang membutuhkan.

“Jadi, mengenai 450 VA ini saya memastikan tidak ada sama sekali strategi penghapusan. Presiden juga sudah mengumumkan dan membicarakan secara publik bahwa 450 VA ini tidak ada (penghapusan),” tutup Erick.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com