Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengangkutan batu bara di laut. Foto ilustrasi: Defrizal

Pengangkutan batu bara di laut. Foto ilustrasi: Defrizal

Tren Pelemahan Harga Batu Bara Masih Berlanjut

Kamis, 6 Agustus 2020 | 15:31 WIB
Rangga Prakoso (rangga.prakoso@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan Harga Batu Bara Acuan (HBA) periode Agustus 2020 sebesar US$ 50,34/ton. Pandemi Covid-19 yang belum berakhir membuat pergerakan harga semakin tidak terprediksi hingga akhir tahun nanti.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi mengatakan HBA bulan ini terkoreksi sekitar 3,49% dibandingkan Juli kemarin. Adapun harga batu bara di bulan lalu berada di level US$ 52,16/ton. "HBA Agustus terkoreksi menjadi US$ 50,34/ton," kata Agung di Jakarta, Rabu (5/8).

Agung menuturkan, melemahnya harga diakibatkan oleh tingginya stok batu bara di pasar global. Sedangkan permintaan belum terkontraksi yang dibayangi oleh pandemi Covid-19. Kedua faktor itu yang membuat harga batu bara terus melemah selama lima bulan terakhir. Dia mengungkapkan sejumlah negara importir batu bara pun menurunkan permintaan. Sebagai contoh Tiongkok dan India lebih memprioritaskan penggunaan batu bara produksi dalam negeri.

"Ini membuat turunnya rata-rata indeks bulanan penyusun HBA, yaitu ICI turun 2,53%, Platt's turun 6,40%, GCNC turun 1,07%, dan NEX turun 4,01%," ungkap Agung.

Adapun formula HBA terdiri dari rata-rata indeks Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platts 5900 pada bulan sebelumnya. Kualitas yang disetarakan pada kalori 6322 kcal per kilogram GAR.

HBA sempat menguat sebesar 0,28% pada angka US$67,08/ton di Maret kemarin dibandingkan Februari sebesar US$66,89/ton. Setelah itu, HBA mengalami pelemahan ke posisi US$65,77/ton di April dan US$61,11/ton di Mei. Tren pelemahan berlanjut di Juni dengan harga terkoreksi menjadi US$52,98/ton dan di Juli sebesar US$52,16/ton.

Secara terpisah, Direktur Eksekutif Asosasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia menuturkan pihaknya telah mengusulkan pemangkasan produksi guna menekan stok batu bara di pasar global. Revisi produksi tersebut sudah diajukan perusahaan dan menanti persetujuan Kementerian ESDM. Dia mengungkapkan pergerakan harga pun dipengaruhi sisi permintaan. Meskipun produksi dikurangi namun permintaan batu bara stagnan pun diperkirakan sulit mendongkrak harga.

"Harga masih turun karena demand masih melemah. Meski indikator perekonomian di Tiongkok mulai positif tapi tidak terkorelasi dipermintaan karena impor dari Tiongkok masih lemah. Juga di India ekonomi belum pulih," ujarnya.

Menurut kajian APBI, perkiraan produksi batu bara tahun ini sekitar 595 juta ton telah turun menjadi 530 juta di Juni kemarin. Namun demikian, APBI memandang masih diperlukan pengendalian produksi nasional dengan adanya tambahan pemangkasan produksi sampai dengan 50 juta sehingga produksi batu bara nasional menjadi sekitar 480 juta agar tercapai keseimbangan suplai dan permintaan pada global seaborne market.

Dengan kondisi permintaan yang masih belum membaik, maka untuk menjaga profitabilitas, para produsen besar (major producers) anggota APBI telah berencana untuk melakukan pemotongan produksi tahun 2020 sebesar 15-20% dari rencana awal. Pemotongan produksi ini diharapkan dapat mendongkrak harga batu bara global dengan tercapai keseimbangan suplai dan permintaan pada global seaborne market. Rencana pemotongan produksi ini tentunya akan berdampak terhadap target penerimaan pemerintah dari produksi nasional sebesar 550 juta dan juga target-target dari masing-masing produsen.

 

Editor : Euis Rita Hartati (euis_somadi@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN