Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Properti di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Properti di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Tren Properti Kembali Bangkit

Selasa, 7 September 2021 | 15:23 WIB
Imam Mudzakir (imam_koran@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Tren Pasar properti terutama sektor hunian terus mengalami perbaikan ke depan. Kebutuhan untuk mencari tempat tinggal dan juga investasi sektor properti masih cukup baik. Kondisi tersebut didorong oleh kebijakan pemerintah atas pengurangan pajak dan juga tren Covid-19 yang mulai menurun.

Hal tersebut terangkum dalam Diskusi virtual bertema “Pilihan Investasi Properti di Lokasi Premium” yang menghadirkan pembicara Ali Tranghanda, CEO Indonesia Property Watch, Felicia M. Simon, Executive Vice President Consumer Loan BCA, Aryo T. Ananto, Director Paramount Land, dan M. Nawawi, Director Paramount Land.

Ali Tranghanda mengatakan, pasar properti di Indonesia tidak kehilangan daya beli, karena masih banyak masyarakat yang memiliki dana besar untuk investasi. Investor masih lebih menahan diri dan masih melihat investasi yang pas bagi mereka

“Porperti kehilangan daya beli? tidak..properti pasti bangkit dan mereka masih menahan dana nya saja. Tetapi ketika pandemi ini di longgarkan pasti properti langsung melonjak naik,” kata Ali, Selasa (7/9).

Ali Tranghanda (foto: dok pribadi)
Ali Tranghanda (foto: dok pribadi)

Ali menyatakan, daya beli masyarakat masih ada dan properti adalah salah satu investasi yang menarik dan masih menjanjikan dibandingkan dengan investasi lainnya.

“Saya selalu bilang banyak investasi saham, emas, dan saya bilang dan investor ada engga investasi lain yang bisa melindungi keluarga semua dari pandemi, dan investasi properti paling sehat,” kata dia.

Bahkan, kata Ali, justru pada saat pandemi seperti ini, justru rumah yang harganya Rp10-20 miliar terjual. Karena mereka mencari rumah yang besar dan memiliki lingkungan yang nyaman dan bersih di tengah kondisi seperti saat ini.

“Sangat jarang, justru pada saat pandemi ini rumah Rp10-20 miliar terjual ini luar biasa, artinya masyarakat masih memiliki dana yang cukup besar,” kata dia.

Jadi, pasar properti tinggal momentum saja dan saat ini adalah saat yang tepat untuk mencari properti, karena banyak pengembang yang menawarkan produk properti yang murah dan juga ada kebijakan pemerintah yang bebas PPN.

Executive Vice President Consumer Loan BCA, Felicia M. Simon menyebutkan bahwa, pada semester pertama tahun 2021 kondisi ekonomi terus membaik, bahkan ekspor Indonesia meningkat 30% dari kuartal sebelumnya. Bahkan likuiditas perbankan saat ini juga cukup melimpah, karena tidak bisa melakukan kredit oleh masyarakat termasuk juga KPR.

“Pandami ini, kegiatan para pebisnis belum setinggi pada saat sebelum pandemi. Karena ,untuk melakukan perbesar usaha terkendala Covid-19 dan dan permintaan kredit ke bank juga menurun,” kata dia.

Aryo T. Ananto mengakui bahwa, pada saat awal pandemi Covid-19, sempat alami syok dan tidak bisa melakukan penjualan. Karena terbiasa melakukan penjualan secara offline karena ingin melihat langsung rumah yang akan dibeli oleh konsumen akhirnya tidak bisa dilakukan

“Waktu awal-awal membuat kita syok dan kedepan seperti apa dan gimana caranya jadi bingung. Tetapi melihat kepercayaan konsumen, dan juga penjualan lewat virtual tak membuat kami patah semangat untuk melakukan penjualan properti,” kata Aryo.

Berbagai kegiatan untuk konsumen saat ini lebih besar menggunakan online dan virtual, termasuk juga melihat langsung rumah contoh yang akan dikembangkan oleh Paramount Land. “Tetapi kami juga tetap menerima offline, tetapi dengan prokes yang ketat,” kata dia.

M. Nawawi, Director Paramount Land, saat memberikan penjelasan pasar properti di Paramount Land
M. Nawawi, Director Paramount Land, saat memberikan penjelasan pasar properti di Paramount Land

Director Paramount Land, M. Nawawi mengaku optimistis bahwa sektor properti terus bangkit dan kebutuhan akan hunian masih cukup tinggi. Hal ini terbukti selama pandemi Covid-19, Paramount berhasil menjual 2700 unit rumah.

“Selama Pandemi kami berhasil menjual lebih dari 2700 unit rumah. Artinya bahwa kebutuhan rumah maupun untuk investasi di Paramount ini masih tinggi,” kata dia.

Selama tahun 2020 Paramount berhasil meluncurkan 7 produk baru properti dan tahun 2021 sudah 4 kali produk properti di luncurkan dan semuanya sold out termasuk rumah contoh juga terjual. “Kami optimistis, properti bangkit dan Paramount Land menyediakan hunian sesuai dengan kebutuhan konsumen,” ujarnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN