Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. Foto: Humas Kementerian Investasi/Kepala BKPM

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. Foto: Humas Kementerian Investasi/Kepala BKPM

Tumbuh 9%, Realisasi Investasi 2021 Capai Rp 901,2 Triliun

Kamis, 27 Januari 2022 | 15:43 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi sepanjang tahun 2021 mencapai Rp 901,2 triliun. Bila dibandingkan dengan tahun 2020 terjadi pertumbuhan 9%. Target pencapaian ini bahkan mencapai 104% dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 yang sebesar Rp 858,5 triliun dan melebihi target dari Presiden Joko Widodo yang sebesar Rp 900 triliun.

“Melampaui target dari perintah Presiden kepada kami. Alhamdulillah, kami berterimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung program dan kerja keras ini tidak gampang, kami harus membuat strategi di luar kelaziman,” kata Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam telekonferensi pers di Kantor Kementerian Investasi/BKPM, Kamis (27/1).

Baca juga: Bahlil: Nilai Investasi Hilirisasi Batu Bara Capai Rp 33 Triliun

Dengan realisasi investasi yang terjadi selama tahun 2021, pemerintah bisa menyerap tenaga kerja sebanyak 1.207.893 orang. Bahlil menuturkan, jumlah ini baru tenaga kerja langsung angka tersebut belum termasuk untuk dampak lapangan pekerjaan tidak langsung. “Dalam teori ekonomi biasanya 3 kali sampai 4 kali lipat. Jadi kalau dikalikan 3 atau 4 itu bisa sampai 4-5 juta orang,” ungka Bahlil.

Bila dirinci, realisasi Penanaman Modal Asing (PMA ) mencapai Rp 450 triliun atau tumbuh 10%. Sedangkan realiasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp 447 triliun (49,6%) atau tumbuh 8,1%. Menurut Bahlil, tingginya PMA tidak terlepas dari kebijakan pemerintah. Bila tren positif ini bisa terus dipertahankan, maka kondisi perekonomian domestik bisa berjalan baik.

“Harus kita akui PMA kita bagus, ini sentimen positif dari asing terhadap implementasi undang-undang cipta kerja dan tren ini harus kita jaga. Kalau ditanya apakah penting Undang-Undang Cipta Kerja itu kita terapkan? Ini buktinya. Kami jawab dengan fakta yang ada,” kata Bahlil.

Baca juga: Tahun ini, BI Proyeksi Titik Tengah Pertumbuhan Ekonomi 5,1-5,2%

Menurut asal negara, negara yang melakukan investasi terbesar di Indonesia yaitu Singapura sebesar US$ 9,4 miliar (30,2%). Diikuti oleh Hong Kong sebesar US$ 4,6 miliar (14,8%), Tiongkok dengan nilai investasi US$ 3,2 miliar (10,2%), Amerika Serikat sebesar US$ 2,5 miliar (8,2%), dan Jepang US$ 2,3 miliar (7,3%).

“Singapura ini hub untuk beberapa negara yang masuk baru masuk ke Indonesia. Kalau bisa sekarang tidak usah lewat negara orang langsung saja ke Indonesia. Kalau bisa langsung kenapa harus lewat yang lain?” ujar Bahlil.

Adapun realisasi investasi di Pulau Jawa Rp 432,8 triliun (48%) atau tumbuh 5,9%. Sedangkan di luar Jawa Rp 468,2 triliun (52%) atau tumbuh 12,2%. Bila dirinci menurut lokasi, maka Jawa Barat menjadi penyumbang investasi terbesar yaitu Rp 136,1 triliun (15,1%). Berikutnya adalah DKI Jakarta sebesar Rp 103,3 triliun (11,5%), Jawa Timur dengan nilai investasi Rp 79,5 triliun (8,8%), Banten senilai Rp 58 triliun (6,4%), dan Riau dengan nilai investasi Rp 53 triliun (5,9%).

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN