Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
alas kaki - sepatu. Foto ilustrasi: IST

alas kaki - sepatu. Foto ilustrasi: IST

UKM Alas Kaki Peserta Pelatihan Kemendag Ekspor Rp 500 Juta ke Singapura

Investor Daily, Rabu, 1 Juli 2020 | 12:20 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Indoto Tirta Mulia mengekspor alas kaki senilai Rp 500 juta ke Singapura. Perusahaan yang merupakan Usaha Kecil Menengah (UKM) tersebut merupakan salah satu peserta program pelatihan ekspor oleh Kementerian Perdagangan tahun 2019. Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, mengapresiasi keberhasilan ekspor perdana PT Indoto Tirta Mulia di tengah pandemi Covid-19 tersebut.

“Keberhasilan PT Indoto Tirta Mulia mencetak ekspor membuktikan bahwa pandemi tidak menyurutkan langkah UKM untuk terus berkarya dan berprestasi. Kementerian Perdagangan yang menjadi bagian dari keberhasilan ini juga sangat bangga atas kegigihan PT Indoto Tirta Mulia memanfaatkan peluang di tengah pandemi Covid-19,” ungkap Mendag dalam keterangan resmi, Selasa (30/6).

Mendag Agus Suparmanto. Sumber: BSTV
Mendag Agus Suparmanto. Sumber: BSTV

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kasan Muhri, mengatakan bahwa keberhasilan ekspor PT Indoto merupakan hasil komitmen dan kerja keras pelaku usaha dalam program pendampingan ekspor, yang didukung oleh kerja sama antara Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPE), tim fasilitator, dan dinas perdagangan di daerah.

Menurut dia, pemerintah membuat program pelatihan ekspor agar UKM dapat menjalankan usahanya secara lebih efektif, meningkatkan manajemen usaha, mengembangkan produksi, promosi, dan pemasaran, serta dapat melakukan ekspor.

“Pada Januari sampai Juni 2020, program pelatihan ekspor telah mencetak tiga UKM yang berhasil mengekspor secara langsung, yakni ke Spanyol, Korea Selatan, dan Singapura. Sementara di tahun 2019, Export Coaching Program mencatatkan prestasi dengan mencetak 41 eksportir baru,” ucap Kasan.

Sementara itu, Kepala Balai Besar PPEI, Noviani Vrisvintati menjelaskan bahwa program pendampingan ekspor merupakan kegiatan pembinaan bagi pelaku usaha berorientasi ekspor untuk mencapai kondisi siap ekspor  melalui serangkaian kegiatan yang berlangsung selama sekitar satu tahun.

Program pendampingan ini terdiri dari delapan tahapan kegiatan, yakni lokakarya (workshop) dan verifikasi perusahaan, pelatihan eksportir, pendampingan pengembangan produk, pendampingan pengembangan pasar (market development), pelatihan lanjutan, pendampingan penjajakan kesepakatan dagang (business matching) dengan pengusaha di negara tujuan ekspor, monitoring progres, hingga evaluasi.

Selama tahun 2020, menurut Noviani, program pelatihan ekspor dilaksanakan di empat daerah yaitu Jakarta, Semarang, Surabaya, dan Banyuwangi. Kemendag menargetkan pelatihan tersebut akan menghasilkan 100 perusahaan eksportir baru. Namun, dikarenakan sejumlah kendala akibat pandemi global, termasuk kebijakan pemerintah daerah, program pelatihan ekspor di Jawa Barat untuk tahap ke-2 sampai dengan ke-8 akan dilanjutkan pada tahun 2021 mendatang.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, ekspor alas kaki Indonesia pada Januari-April 2020 tercatat sebesar US$ 1,76 miliar. Nilai ini meningkat 15,77% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar US$ 1,52 miliar. Sedangkan ekspor produk alas kaki sepanjang 2019 mencapai US$ 4,41 miliar. (c02)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN