Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Phapros Tbk

PT Phapros Tbk

UMKM Binaan PT Phapros Raup Untung Rp 150 Juta/Bulan

Selasa, 7 Juli 2020 | 20:25 WIB
Leonard AL Cahyoputra (leonard.cahyoputra@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Phapros Tbk menyalurkan dana kemitraan senilai Rp 1,9 miliar dimana salah satunya tersalurkan ke pengusaha minuman sirup parijoto yang meraup omzet sampai Rp150 juta per bulan di masa pandemi ini. Dana itu merupakan bagian dari Progam Kemitraan dimana anak usaha PT Kimia Farma Tbk itu memberikan dukungan modal kerja kepada pengusaha Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Corporate Secretary PT Phapros Tbk Zahmilia Akbar mengatakan dana kemitraan merupakan dana bergulir yang diperuntukkan bagi pengembangan UMKM yang juga merupakan skakeholder perusahaan.

Selama ini dana program kemitraan PT Phapros Tbk masuk kategori lancar. Artinya, mitra binaan yang mendapatkan dana ini mampu mengembangkan bisnis dengan tetap memenuhi kewajiban pembayaran cicilan tepat waktu. “Kami juga menyalurkan dana Bina Lingkungan senilai Rp1,6 miliar,” tutur dia dalam siaran persnya, Jakarta, Selasa (7/7).

Dia menerangkan salah satu pengusaha UMKM yang berhasil melalui fase krisis saat pandemi Covid-19 adalah Triyanto, seorang warga Kudus yang juga merupakan mitra binaan PT PhaprosTbk. Triyanto merupakan pengusaha sirup parijoto atau medinilla speciosa mitra binaan PT Phapros Tbk.

“Buah parijoto ini merupakan olahan tanaman endemik di Gunung Muria, Kudus, Jawa Tengah,” tegas Zahmilia.

Sementara itu, Triyanto menjelaskan pengelolaan buah parijoto ini mulai dilakoninya sejak 2015. Awalnya dia hanya memanfaatkan peluang yang ada, dimana tempat tinggalnya buang parijoto jumlahnnya sangat banyak dan harganya bisa melonjak tinggi bila di musim kemarau mencapai Rp30.000 – Rp50.000 per tangkainya. “Karena rasanya yang kurang enak jika dimakan langsung, saya kemudian mulai mengolahnya menjadi sirup pada tahun 2015 dan dijual dalam skala kecil,” ujar pria yang juga memiliki hobi fotografi ini.

Dia menambahkan pihaknya menggunakan strategi pemasaran online dan membentuk agen– agen resmi di beberapa wilayah Indonesia untuk mengenalkan produknya.

“Saya lebih aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat sehingga mereka tertarik untuk menjadi agen atau reseller. Pada saat pameran pun, ketika orang lain mencari konsumen, saya malah berpromosi untuk mencari agen atau reseller baru. Saat itu pikirian saya sederhana, yakni bagaimana saya mempertahankan kelangsungan produk ini di masa depan,” ujar Triyanto.

Triyanto tak memungkiri, bahwa kandungan flavonoid, tanin, dan saponin yang merupakan antioksidan dan bisa mencegah kanker menjadi daya tarik konsumen membeli produknya. Di saat banyak UMKM lain gulung tikar, Triyanto justru bisa mendulang rupiah dari hasil penjualan sirup parijotonya.

“Per bulan biasanya saya bisa menghasilkan Rp50 juta Pada saat pandemi, usaha ini mengalami lonjakan permintaan hingga penghasilan per bulan meningkat sampai Rp150 juta,” kata dia.

Triyanto menjelaskan di saat pandemi peluang reseller baru sangat terbuka. Banyak orang yang kehilangan pekerjaan atau ingin menambah penghasilan akhirnya bergabung dengan usaha sirup parijoto ini dengan menjadi agen atau reseller-nya.

“Mereka memasarkan produk ini secara online dan hampir di semua marketplace kini bisa ditemukan sirup parijoto,” terang dia.

Kini, usahanya berkembang pesat dan telah memiliki diversifikasi produk yakni teh celup dan teh tubruk parijoto. Triyanto juga memiliki lahan baru di seberang rumahnya, buah hasil dari kegigihannya menjalani usaha di tengah pandemi.

“Lahan ini rencananya akan kami gunakan sebagai tempat produksi dengan kapasitas yang lebih besar. Saya juga berterima kasih kepada Phapros karena saat ini saya bisa memiliki tempat produksi sendiri setelah dulu saya harus produksi sirup ini dengan menumpang di dapur orangtua,” pungkas dia.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN