Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Logo Bank Dunia atau World Bank. ( Foto: Reuters )

Logo Bank Dunia atau World Bank. ( Foto: Reuters )

Ungguli Malaysia dan Thailand, Bank Dunia Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,2%

Rabu, 12 Januari 2022 | 13:37 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, Investor.id -  Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,2% pada 2022. Angka tersebut lebih tinggi dari perkiraan semula yang diterbitkan Juni 2021 di level 5% dan lebih tinggi dari perkiraan pertumbuhan ekonomi tahun 2021 sekitar 3,7%.

"Pertumbuhan ekonomi di Indonesia diproyeksikan kembali ke 5,2% pada 2022. Pertumbuhan didukung penguatan permintaan domestik dan kenaikan harga komoditas. Sedangkan pertumbuhan tahun 2023 diperkirakan cenderung turun ke level 5,1%," tulis laporan Bank Dunia dikutip Rabu (12/1).

Baca juga: Prospek Pertumbuhan Ekonomi 2022

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa tahun ini negara dikawasan Asia akan mulai menormalisasi kebijakan dengan menarik stimulus kebijakan fiskal dan moneter secara bertahap. Misalnya, Tiongkok sudah menarik stimulus fiskal secara tajam sejak tahun 2021 dan dilanjutkan pelonggaran fiskal moderat di tahun 2022.

“Dengan pengetatan kebijakan yang tidak signifikan pada tahun 2023, Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Filipina melonggarkan dukungan kebijakan fiskal diharapkan bertahap,”tuturnya.

Secara keseluruhan negara-negara dikawasan Asia Timur dan Pasifik akan terus memperketat kebijakan fiskal dari semula hanya 20% menjadi lebih dari 70% pada 2022. Pengetatan diprediksi kembali meningkat tahun 2023 menjadi 80%.

“Pengetatan fiskal diharapkan menstabilkan rata-rata utang publik negara tersebut setelah terjadi peningkatan pada akhir 2021, dibandingkan tahun 2019. Faktor penguat utang publik berasal dari gangguan pendapatan dan pertumbuhan ekonomi yang lebih lemah”tuturnya.

Meski begitu, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini akan lebih tinggi, dibandingkan Malaysia sebesar 4,2% dan Thailand 5,1%, tetapi masih di bawah Vietnam sebesar 6,5% dan Filipina 5,9%.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa semua negara berkembang di Asia dan Pasifik akan mencatatkan pertumbuhan positif. Pertumbuhan tertinggi terutama akan dialami beberapa negara di Pasifik, seperti Palau mencapai 12% dan Fiji 8,2%. Sementara ekonomi terbesar Asia, Tiokok diproyeksikan tumbuh melambat menjadi 5,4% dari pertumbuhan 2021 sebesar 8,5%.

Baca juga: Efek Omicron, Bank Dunia Pangkas Pertumbuhan Ekonomi Global 2022 Jadi 4,1%

“Kembali munculnya varian omicron, menghadirkan risiko yang signifikan terhadap prospek regional yang diberikan ketidakpastian yang besar. Pangsa populasi yang divaksinasi di banyak negara ekonomi diperkirakan akan melampaui 70 persen oleh pertengahan 2022, tetapi prospek kemajuan vaksinasi tetap tidak pasti di negara Myanmar, Papua Nugini, dan beberapa ekonomi pulau Pasifik kecil,” ungkapnya.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN