Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Webinar Unilever, di Jakarta, Rabu (3/3/2021).

Webinar Unilever, di Jakarta, Rabu (3/3/2021).

Unilever Berkomitmen Bantu Tingkatkan Penyerapan Sampah

Rabu, 3 Maret 2021 | 23:36 WIB
Leonard AL Cahyoputra (leonard.cahyoputra@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id -PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR). berkomitmen untuk membantu meningkatkan penyerapan sampah melalui fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jeruk Legi, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Peningkatannya dari 120 ton/hari di tahun 2020 menjadi lebih dari 200 ton/hari dalam 5 tahun ke depan. Perusahaan tersebut telah melakukan kerja sama dengan PT Solusi Bangun Indonesia, Tbk dan  Kabupaten Cilacap

Diresmikan Juli 2020 lalu, TPA Jeruk Legi adalah TPA pertama di Indonesia yang menghasilkan sumber energi terbarukan dengan teknologi RDF, yaitu teknologi yang mengolah sampah menjadi energi biomassa yang selanjutnya digunakan sebagai sumber energi terbarukan rendah emisi, untuk mengggantikan batu bara pada proses pembakaran di pabrik industri semen dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap.

Head of Corporate Affairs and Sustainability PT Unilever Indonesia Tbk. Nurdiana Darus, menerangkan, sebagai perusahaan yang memiliki komitmen kuat untuk membantu mengatasi permasalahan sampah, Unilever Indonesia turut mengurai permasalahan sampah mulai dari hulu ke hilir rantai bisnis mereka melalui berbagai bentuk kolaborasi.

Dia mengungkapkan, dengan semangat #MariBerbagiPeran Sayangi Bumi, hari ini Unilever mengukuhkan kerja sama dengan Pemerintah dan sesama pihak produsen yaitu SBI di dalam fasilitas RDF Jeruk Legi. Ini merupakan sebuah langkah sinergis untuk bersama-sama berbagi peranan dalam mengatasi masalah sampah kemasan plastik di bagian hilir pengolahan sampah.

Head of Corporate Affairs and Sustainability PT Unilever Indonesia Tbk. Nurdiana Darus
Head of Corporate Affairs and Sustainability PT Unilever Indonesia Tbk. Nurdiana Darus

Nurdiana menjelaskan, sejak November 2020 lalu, pihaknya berkomitmen membantu pemerintah Cilacap untuk meningkatkan kapasitas sampah terolah menjadi RDF di fasilitas RDF Jeruk Legi dari semula sebanyak 120 ton/hari di tahun 2020 menjadi lebih dari 200 ton/hari dalam 5 tahun ke depan. Dia mengatakan, melalui kontribusi yang diwujudkan dalam pengadaan armada pengangkutan sampah, Unilever akan membantu meningkatkan kapasitas sampah terolah di fasilitas RDF Jeruk Legi dari yang semula hanya melayani Kota Cilacap di tahun 2020, ke kecamatan lain di kabupaten Cilacap meliputi Kroya, Sidareja dan Majenang

Nurdiana berharap, kolaborasi ini dapat menginspirasi pihak swasta lain untuk turut mendorong supply dan demand yang akhirnya mampu mendukung laju penerapan RDF sebagai tonggak baru pengelolaan sampah di Indonesia. "Kami percaya seluruh pihak memiliki andil untuk membuat perubahan, untuk itu, #MariBerbagiPeran Sayangi Bumi," ucap dia dalam sebuah webinar, Rabu (3/3/2021).

Direktur Manufaktur PT Solusi Bangun Indonesia, Lilik Unggul Raharjo,  mengatakan, pihaknya memanfatkan bahan bakar alternatif dari sampah yang dihasilkan dari fasilitas pengolahan sampah atau RDF milik Pemerintah Kabupaten Cilacap. Ini merupakan langkah nyata PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. membantu untuk menjaga lingkungan agar tetap berkelanjutan serta menciptakan ekonomi sirkular.

Dia menjelaskan, kerja sama SBI dengan Unilever Indonesia mencerminkan sinergi yang saling melengkapi. Unilever Indonesia berperan membantu pemerintah Cilacap dalam pengumpulan dan pengangkutan sampah terolah paska konsumsi sebagai bahan baku RDF.

"Sementara kami berperan dalam memproses sampah tersebut guna menghasilkan RDF berkualitas yang kemudian diserap oleh sejumlah pabrik kami sebagai sumber energi ramah lingkungan," ucap dia.

Direktur Pengelolaan Sampah, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Novrizal Tahar, mengatakan, pemerintah secara masif mendorong implementasi teknologi RDF untuk menyelesaikan permasalahan sampah di berbagai wilayah Indonesia. Kementerian melihat potensi besar RDF sebagai salah satu cara untuk mencapai kemampuan pengelolaan sampah 100% pada tahun 2025. 

"Tidak hanya tugas pemerintah, kolaborasi yang lebih erat dengan seluruh pemangku kepentingan, khususnya pihak swasta, dapat menjadikan teknologi ini sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi sirkular melalui prinsip pengelolaan sampah berkelanjutan," ujar dia. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN