Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sampah Plastik, Foto:Ist

Sampah Plastik, Foto:Ist

Upaya Indonesia Atasi Sampah Plastik di Laut Mendapat Apresiasi Dunia

Thresa Sndra Desfika, Rabu, 2 Oktober 2019 | 11:05 WIB

SEMARANG - Komitmen Indonesia dalam mengatasi sampah plastik di laut yang salah satunya ditunjukan dengan adanya Aksi Nasional Gerakan Bersih Laut dan Pantai pada tanggal 12 September 2019, mendapatkan apresiasi dalam pertemuan bertaraf internasional, yakni Cooperation Forum (CF) ke-12 di Semarang, Jawa Tengah.

Aksi Nasional Gerakan Bersih Laut dan Pantai itu juga tercatat oleh Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai rekor dunia dalam pelaksanaan gerakan bersih laut dan pantai serentak di 228 lokasi yang juga melibatkan masyarakat sekitar dan stakeholders terkait.

“Prestasi ini menunjukan bahwa isu pengurangan sampah plastik menjadi salah satu prioritas utama yang menjadi perhatian di dunia maritim Indonesia,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Agus H Purnomo di Semarang, Rabu (2/10).

Agus menambahkan, Indonesia menegaskan komitmennya untuk mengurangi sampah plastik. Hal ini ditunjukan dengan keterlibatan Indonesia pada forum-forum Internasional yang membahas mengenai penanggulangan dan pengurangan sampah plastik.

Pada level regional, tutur Agus, Indonesia mendukung terwujudnya Deklarasi Bangkok tentang Penanggulangan Sampah Laut di Wilayah Asean, yang diadopsi oleh negara-negara anggota pada Pertemuan Asean Summit ke-34 di Thailand pada 22 Juni 2019.

Sedangkan, di tingkat global, Indonesia mengusulkan sebuah resolusi pada Pertemuan UNEA ke-4 untuk mendirikan Regional Capacity Center for Clean Seas (RC3S) di Bali dan juga mengusulkan kepada IMO untuk memiliki Marine Litter Action Plan.

Adapun pada pertemuan CF ke-12 di Semarang, Agus mengatakan, Indonesia juga telah menyampaikan beberapa hal yang telah dilakukan terkait isu keselamatan navigasi pelayaran di Selat Malaka dan Selat Singapura, perlindungan lingkungan maritim, serta kebijakan serta pandangan ke depan terkait keselamatan pelayaran diantaranya perkembangan terkini tentang penetapan Traffic Separation Scheme (TSS) di Selat Sunda dan Selat Lombok.

Sebagai informasi, Cooperation Forum adalah salah satu pilar dari Cooperative Mechanism yang membahas tentang Keselamatan Pelayaran dan Perlindungan Lingkungan Maritim di Selat Malaka dan Selat Singapura di samping Aids of Navigation Fund (ANF) dan Project Coordination Committee (PCC).

Pertemuan rutin yang dilakukan setiap tahunnya secara bergiliran oleh ketiga negara pantai (Littoral States), yaitu Indonesia, Malaysia, dan Singapura tersebut merupakan wadah utama bagi negara pengguna, industri pelayaran, serta stakeholders lain untuk duduk bersama membahas terkait keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan maritim di Selat Malaka dan Selat Singapura.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA