Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kampus UPH

Kampus UPH

UPH Wakili Indonesia di Konferensi Liberal Arts

Harso Kurniawan, Selasa, 19 November 2019 | 07:36 WIB

JAKARTA, investor.id  – Universitas Pelita Harapan (UPH) dipercaya untuk menjadi salah satu universitas yang mewakili Indonesia dalam konferensi internasional The Conference for Higher Education Research 2019 and The Asian Conference on the Liberal Arts 2019, yang diselenggarakan Lingnan University, the Asia Pacific Higher Education Research Partnership dan The International Academic Forum, Hongkong, 8-10 November 2019.

Dalam konferensi ini, UPH yang diwakili oleh Dekan Faculty of Liberal Arts Matthew R. Malcolm dan Dosen School of Design (SoD) Elya Kurniawan Wibowo memaparkan seperti apa liberal arts yang sudah diimplementasikan di Indonesia, khususnya di UPH.

Konferensi yang dihadiri 100 lebih peserta dari 25 negara ini diselenggarakan dengan latar belakang fenomena era globalisasi yang menawarkan begitu banyak perubahan cepat dan penuh ketidakpastian.

Selain banyaknya hal positif, nyatanya tidak sedikit dampak negatif dari globalisasi. Perkembangan teknologi dan robotik membuat terjadinya pergeseran tentang sifat kerja dan bagaimana orang berinteraksi satu sama lain.

Menurut Elya, fakta-fakta tersebut dibahas dalam konferesi yang mengangkat tema Uncertain Futures: The Role of Liberal Arts Education.

“Tujuan dari kami hadir di konferensi ini adalah untuk berbagi dan mendapatkan masukan dari rekanrekan akademisi dari seluruh dunia terkait berbagai kiat pengembangan pendidikan tinggi berbasis Liberal Arts, baik di skala makro yang Malcolm sampaikan, maupun skala mikro seperti yang saya sampaikan,” ucap Elya dalam keterangan resmi, Senin (18/11).

Malcolm menyampaikan hasil penelitiannya dengan topik ‘The Development of Liberal Arts Education in Indonesia’. Penelitian tersebut seputar perkembangan terakhir dalam pendidikan Liberal Arts di Indonesia, khususnya UPH.

Melalui penelitiannya, Malcolm menggambarkan tentang bagaimana situasi Indonesia saat ini berkontribusi pada segala hal yang berkembang tentang pendidikan tinggi yang didefinisikan kembali pada abad ke-21. Hal ini dilakukan Malcolm dengan melakukan perbandingan dan kontras antara pendidikan liberal arts di bagian lain Asia dan seluruh dunia serta kesimpulan atas situasi Indonesia saat ini.

Sementara itu, Elya membahas tentang salah satu pengembangan pendekatan pembelajaran sejarah seni dan peradaban interdisipliner di SoD UPH. Melalui abstrak penelitian yang berjudul ‘Synchronic and Diachronic Exploration in Faith-based History’, Elya bersama SoD UPH berupaya untuk mencoba menemukan cara baru dalam mengintegrasikan pendekatan Christian Worldview guna menjembatani antara Liberal Arts general education dan disciplinary education.  

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA