Menu
Sign in
@ Contact
Search
ilustrasi dolar
Sumber: Antara

ilustrasi dolar Sumber: Antara

Utang Luar Negeri Pemerintah Susut Rp 126,65 Triliun dalam Tiga Bulan

Senin, 15 Agustus 2022 | 21:23 WIB
Nasori (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Posisi utang luar negeri (ULN) pemerintah pada akhir kuartal II-2022 tercatat sebesar US$ 187,35 miliar, turun US$ 8,9 milair atau 4,5% dibandingkan akhir kuartal sebelumnya yang mencapai US$ 196,25 miliar. Bila dikonversi ke dalam rupiah dengan kurs Rp 14.727 per dolar, penurunan ULN pemerintah dalam tiga bulan itu mencapai Rp 126,65 triliun.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono menjelaskan, penurunan posisi ULN pemerintah pada akhir kuartal II-2022 tesebut antara lain dikarenakan pelunasan pinjaman bilateral, komersial, dan multilateral yang jatuh tempo selama periode April hingga Juni 2022.

“Pelunasan Surat Berharga Negara (SBN) domestik yang jatuh tempo juga turut mendukung penurunan ULN pemerintah di kuartal laporan,” ujar Erwin dalam keterangan tertulis yang diterima Investor Daily pada Senin (15/8/2022).

Di samping itu, lanjut dia, volatilitas di pasar keuangan global yang cenderung tinggi juga berpengaruh pada perpindahan investasi SBN domestik ke instrumen lain, sehingga mengurangi porsi kepemilikan investor nonresiden pada SBN domestik.

Sedangkan bila dibandingkan kuartal sama tahun lalu, posisi ULN kuartal II-2022 tersebut turun US$ 17,68 miliar atau sekitar Rp 260,37 triliun. Secara year on year (yoy) ULN pemerintah tersebut mengalami kontraksi sebesar 8,6%.

Menurut Erwin, penarikan ULN pada kuartal II-2022 masih diutamakan untuk mendukung belanja prioritas pemerintah, termasuk upaya penanganan Covid-19 dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Pemerintah berkomitmen tetap menjaga kredibilitas dengan memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga utang secara tepat waktu, serta mengelola ULN secara hati-hati, kredibel, dan akuntabel,” jelas Erwin.

Dukungan ULN pemerintah dalam memenuhi kebutuhan belanja prioritas pada kuartal II-2022 antara lain mencakup sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (24,6% dari total ULN pemerintah), sektor jasa pendidikan (16,6%), sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (15,1%), sektor konstruksi (14,2%), serta sektor jasa keuangan dan asuransi (11,7%).

Menurut Erwin, posisi ULN pemerintah relatif aman dan terkendali mengingat hampir seluruh ULN memiliki tenor jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,7% dari total ULN pemerintah.

Sementara itu, dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.

“Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pemulihan ekonomi nasional, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian,” pungkas Erwin.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com