Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir. Foto: IST

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir. Foto: IST

UU Cipta Kerja Berikan Dampak Kuartal I Positif

Senin, 8 Maret 2021 | 12:30 WIB
Triyan Pangastuti ,Leonard AL Cahyoputra (leonard.cahyoputra@beritasatumedia.com) ,Thomas Harefa (thomas@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id  – Game changer Undang-Undang Cipta Kerja (Ciptaker) dinilai mulai nendang, setelah peraturan pelaksanaan berupa 51 PP dan perpres rampung diterbitkan pada Desember hingga Februari lalu. Lembaga Pengelola Investasi (LPI) yang lahir dari omnimus law ini telah dibentuk dengan setoran modal pemerintah Rp 75 triliun, yang diproyeksikan menarik investasi asing maupun dalam negeri Rp 225 triliun untuk tahap pertama.  

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir mengatakan, sejak pemerintah resmi menerbitkan 51 peraturan pelaksana Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, omnibus law tersebut telah memiliki dampak positif,khususnya bagi pelaku UMKM.

“Aturan turunan tersebut terdiri dari 47 PP dan 4 perpres. Setahu di bidang saya, banyak UMKM yang memanfaatkan pendaftaran perizinan tunggal,” ujar Iskandar Simorangkir kepada Investor Daily, Minggu (7/3).

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut tercantum dalam PP Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Perlindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM, yang merupakan aturan turunan UU Cipta Kerja. Beleid ini mulai berlaku per 2 Februari 2021.

Target penerapan UU Cipta Kerja
Target penerapan UU Cipta Kerja

Mengacu dalam PP pasal 43, lanjut dia, pemerintah pusat menyelenggarakan perizinan tunggal usaha mikro dan usaha kecil melalui sistem perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik.

“Dalam hal kegiatan usaha yang dilakukan oleh usaha mikro dan usaha kecil memiliki risiko rendah, diberikan nomor induk berusaha yang sekaligus berlaku sebagai perizinan tunggal,” ucapnya

Lebih lanjut, Iskandar menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendorong dan mengupayakan agar pertumbuhan ekonomi di kuartal I ini mulai positif. Sebelumya, setelah terjadi pandemi Covid-19 pada awal Maret tahun lalu, ekonomi Indonesia mulai terkontraksi 5,32% kuartal II- 2020, 3,49% pada triwulan III-2020, dan 2,19% pada triwulan IV-2020.

“Pemerintah kan sudah mengeluarkan beragam stimulus kebijakan untuk digenjot di kuartal I ini. Misalnya, insentif sektor properti diberikan dalam bentuk diskon pajak pertambahan nilai (PPN),” tuturnya.

Kebijakan itu diklasifikasikan dalam dua skema. Pertama, diskon 100% alias bebas PPN untuk harga jual rumah tapak dan rumah susun paling tinggi Rp 2 miliar. Kedua, diskon 50% PPN untuk harga jual rumah tapak dan rumah susun lebih dari Rp 2 miliar hingga Rp 5 miliar.

PP dan Perpres pelaksana UU Cipta Kerja
PP dan Perpres pelaksana UU Cipta Kerja

Sementara itu, untuk insentif PPnBM mobil diberikan sejak masa pajakMaret hingga masa pajak Desember 2021. Relaksasi pajak ini berlaku untuk jenis mobil di bawah 1.500 cc dengan tipe mobil sedan dan garden tunggal 4x2.

Lebih lanjut, Iskandar menilai bahwa pada pekan pertama Maret 2021, geliat aktivitas ekonomi mulai meningkat, setelah menurun pada Februari sejalan dengan pelaksanaan pembatasan pergerakan kegiatan masyarakat skala mikro (PPKM).

“Minggu pertama Maret ini sudah mulai meningkat aktivitas ekonomi. Kredit usaha rakyat (KUR) juga mulai meningkat disbursement pada minggu I pertama Maret ini,” tandasnya.

Baca juga

https://investor.id/business/uu-ciptaker-mulai-nendang

https://investor.id/business/uae-berminat-investasi-di-swf-indonesia

https://investor.id/business/uu-cipta-kerja-juga-bantu-umkm

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN