Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bahlil Lahadalia, Kepala BKPM. Sumber: BSTV

Bahlil Lahadalia, Kepala BKPM. Sumber: BSTV

Wabah Virus Korona Berpotensi Pengaruhi Investasi Tiongkok ke Indonesia

Triyan Pangastuti, Rabu, 29 Januari 2020 | 14:13 WIB

JAKARTA, investor.id – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menilai mewabahnya Virus Korona yang berasal dari Wuhan, Tiongkok, jika tidak cepat ditangani dapat ikut mempengaruhi kinerja investasi Indonesia.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, Virus Korona dalam jangka pendek berpotensi menurunkan kinerja realisasi investasi yang berasal dari Tiongkok ke Indonesia. Meski begitu, dia enggan menyebutkan berapa bersar potensi penurunan investasi tersebut.

"Kita harus akui dengan adanya wabah Virus Korona, kemungkinan akan ada tren menurun investasi dari Tiongkok," kata Bahlil di Jakarta, Rabu (29/1/2020).

Menurut dia, saat ini pemerintah Tiongkok tengah mencari cara untuk menghentikan penyebaran virus. Namun, jika dalam waktu 2 bulan tidak ditemukan langkah penghentian wabah virus tersebut, maka dia memastikan akan terjadi penurunan investasi dari Tiongkok dikarenakan kinerja negara tersebut tengah tidak produktif.

Akan tetapi sebaliknya, jika dalam waktu 2 minggu pemerintah Tiongkok bisa mengentikan wabah virus tersebut, investasi Tiongkok ke Indonesia akan bergeliat.

"Kalau soal penurunannya belum kami hitung, karena saat ini warga negara Tiongkok sedang sibuk bagaimana menghentikan penyebaran virus tersebut. Kalau dalam dua minggu mereka clear, saya pikir tidak ada masalah investasi" jelas dia.

Menurut dia, investasi yang sudah jalan meskipun ada wabah Virus Korona tetap berlanjut, kecuali jika proyek investasi baru.

"Saya pikir tidak ada masalah investasi, karena investasi mereka sudah jalan, kecuali investasi baru yang bisa di-pending. Tetapi kalau sudah kontruksi itu nggak mungkin berhenti, dan akan jalan terus, itu psikologi pengusaha" ujar dia.

Oleh karena itu, Bahlil yang mantan Ketua Hipmi ini juga akan terus memantau perkembangan kabar berita Virus Korona di Tiongkok.

Sementara itu, data BKPM sepanjang 2019 mencatat realisasi investasi dari Tiongkok ke Indonesia menempati posisi kedua setelah Singapura, dengan nilai investasi mencapai US$ 4,7 miliar atau setara 16,8% investasi yang masuk ke Indonesia.

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN