Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mata uang kripto (cryptocurrency) Ethereum atau Ether. ( Foto: AFP Photo via Gettty Images )

Mata uang kripto (cryptocurrency) Ethereum atau Ether. ( Foto: AFP Photo via Gettty Images )

Wamendag Dukung Pengaturan Perdagangan Aset Kripto

Senin, 10 Mei 2021 | 23:26 WIB
Sanya Dinda (sanya.susanti@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga mendukung pengaturan perdagangan aset kripto. Sebab, perdagangan aset kripto berkembang cepat, sehingga sudah seharusnya pemerintah mengatur perdagangannya.

Jerry mengatakan, beberapa sumber pedagang kripto menyebutkan saat ini perdagangan asset crypto sudah mencapai Rp 1,7 triliun per hari atau 10% nilai transaksi Bursa Efek Indonesia. Ini dicapai hanya dalam waktu beberapa tahun saja.

“Terjadi perubahan perilaku investor maupun pedagang khususnya di kalangan anak muda yang mulai melihat kripto sebagai ruang baru yang menjanjikan," kata Jerry dalam keterangan resmi, Senin (34/5).

Berbeda dengan negara-negara lain seperti Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa, Indonesia tidak memperlakukan kripto sebagai mata uang (currency), tetapi sebagai aset yang bisa diperdagangankan atau komoditas. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang BI yang menetapkan, mata uang yang sah adalah rupiah. Meski demikian, sambutan publik terhdapa perdagangan aset kripto sangat besar.

“Anak muda dan investor pada umumnya icara berpikirnya out of the box dan selalu mencari peluang baru. Jadi, selain alternatif bursa saham saat ini mereka juga melihat kripto bisa menjadi sarana pengembangan ekonomi," tambah Jerry.

Jerry melanjutkan, Indonesia adalah salah satu negara pertama yang mengatur perdagangan aset kripto. Menurut Wamendag setidaknya ada dua alasan mengapa hal itu dilakukan. 

"Pertama, untuk menjadi sarana perlindungan para pelaku perdagangan kripto. Ini berlajar dari perdagangan di berbagai komoditas yang memang terbuka bagi adanya pelanggaran satu pihak kepada pihak lain," lanjut Jerry.

Kedua, menurut Jerry, ini juga menjadi sarana bagi para pelaku agar aset dan arus keuangan mereka dianggap legal untuk negara. Seperti diketahui, Indonesia menerapkan aturan ketat bagi pengawasan keuangan, dan jasa keuangan. Artinya, uang dan segala aset harus bisa dipertanggungjawabkan secara hukum, sumber maupun penggunaannya harus jelas. Ini untuk menghindari dugaan pencucian uang, pendanaan terorisme dan lain-lain.

Bagi negara, Jerry melihat aturan mengenai perdagangan aset kripto berguna bagi instrumen ataupun indikator dalam pengelolaan fiskal dan moneter. Secara umum, dia elihat pengaturan perdagangan aset kripto sangat diperlukan untuk mengelola ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara umum.

Saat ini Kemendag melalui Bappebti menggodok rencana pendirian bursa kripto. Direncanakan bursa ini bisa berdiri pada semester kedua tahun ini. Jika mulus, maka bursa akan menjadi sarana bagi perdagangan resmi. Saat ini Bappebti baru mengatur jenis-jenis aset crypto yang bisa diperdagangkan di Indonesia yang jumlahnya sekitar 229. 
 

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN