Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wakil Menteri Perdagangan RI Jerry Sambuaga (kanan) saat memberi penjelasan di dapan Direktur Pemberitaan BeritaSatu Media Holdings Primus Dorimulu dan jajaran redaksi saat berkunjung ke Redaksi BeritaSatu, di BeritaSatu Plaza, Jakarta, Jumat (3/7/2020). Foto: Investor Daily / Emral Firdiansyah

Wakil Menteri Perdagangan RI Jerry Sambuaga (kanan) saat memberi penjelasan di dapan Direktur Pemberitaan BeritaSatu Media Holdings Primus Dorimulu dan jajaran redaksi saat berkunjung ke Redaksi BeritaSatu, di BeritaSatu Plaza, Jakarta, Jumat (3/7/2020). Foto: Investor Daily / Emral Firdiansyah

Wamendag Optimistis Kesepakatan Perjanjian Dagang 2020 Lampaui Target

Sabtu, 4 Juli 2020 | 05:32 WIB
Sanya Dinda (sanya.susanti@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Di tengah pandemi Covid-19, perundingan perjanjian dagang tetap berlangsung.  Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga meyakini pada tahun 2020 ini perjanjian dagang yang selesai dapat melampaui target pemerintah.

Menurut dia, sejauh ini dari 10 perjanjian dagang yang pembahasannya selesai pada 2020, sembilan perjanjian dagang sudah selesai dibahas.

"Salah satu perjanjian dagang yang sudah selesai dan sudah diratifikasi tahun 2020 ini ialah Indonesia-Australia CEPA (Comprehensive Economic Partnership Agreement), yang sudah diratifikasi oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) masing-masing negara. Perjanjian dagang lain, seperti Indonesia dengan Jepang, Korea, EFTA (European Free Trade Association), dan Uni Eropa, ada yang dalam proses ratifikasi dan ada yang sudah ditandatangani kesepakatannya tapi belum diratifikasi. Kalau dilihat dari target, kami telah memenuhi target bahkan melampaui target,” kata Jerry saat mengunjungi Kantor Berita Satu Media di Jakarta, Jumat (3/7).

Perkembangan Perjanjian perdagangan internasional
Perkembangan Perjanjian perdagangan internasional

Jerry mengakui lockdown dan dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan beberapa negara  di dunia guna menghentikan penyebaran Covid-19 sempat menghambat proses perundingan perjanjian dagang. Namun demikian, pemerintah Indonesia dengan pemerintah negara mitra dagang tetap berkomunikasi secara virtual. Komunikasi tersebut dilakukan dengan memanfaatkan teknologi,  seperti menggunakan aplikasi Zoom dan Skype.

Saat ini, salah satu perjanjian dagang yang menjadi fokus pemerintah ialah Indonesia-European United CEPA.

Menurut Jerry, Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan kementerian dan lembaga lain, seperti Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertanian, Kementerian Keuangan, serta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) secara intensif berunding dengan pihak Uni Eropa sejak Januari 2020. Saat ini, pembahasan telah mencapai tahap finalisasi.

“Progres terakhir saya di email salah satu deputi Uni Eropa, Helena Konig, yang menyampaikan respon positif. Mereka mengapresiasi kinerja Kemenag khususnya untuk menyelesaikan perundingan Indonesia-EU CEPA ini, karena beberapa item sudah dibahas dan menjadi kesepakatan antara kami dengan Uni Eropa,” imbuh Jerry.

Jerry mengatakan, perjanjian dagang antara Indonesia dengan Uni Eropa bersifat resiprokal sehingga bermanfaat bagi kedua belah pihak. Diskriminasi produk kelapa sawit dan turunannya asal Indonesia di wilayah Uni Eropa menjadi salah satu poin yang dibahas oleh pemerintah Indonesia dan Uni Eropa.

Dia berharap apabila Indonesia-EU CEPA diratifikasi, produk kelapa sawit asal Indonesia akan lebih mudah memasuki pasar Eropa.

Selain kelapa sawit dan turunannya, banyak produk lain yang juga menjadi pembahasan antara Indonesia dengan Eropa. Dengan perjanjian dagang antara Indonesia dan Uni Eropa nantinya, dia meyakini Indonesia akan bisa mendapatkan banyak manfaat, misalnya tarif masuk yang mencapai 0%.

Dia meyakini Uni Eropa juga akan mendapatkan banyak manfaat karena pelaku usaha di sana banyak yang membutuhkan produk asal Indonesia.

Jerry juga meyakini perjanjian Indonesia-EU Cepa dapat menjaga surplus neraca dagang Indonesia. Dengan demikian, secara keseluruhan, apabila telah diratifikasi, Jerry meyakini perjanjian Indonesia-EU CEPA dapat berdampak positif terhadap perekonomian Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang Januari-Mei 2020, neraca dagang Indonesia masih mencatatkan surplus US$ 2,09 miliar. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN