Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Foto: IST

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Foto: IST

Wamenkeu Beberkan Alasan Perpanjang Insentif Properti hingga PPnBM Otomotif

Selasa, 25 Januari 2022 | 16:07 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengatakan sektor properti dan sektor otomotif merupakan sektor penting yang mampu menarik dan mendorong kegiatan di berbagai sektor ekonomi. Kedua sektor itu dapat menopang pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan pekerjaan.

Hal ini dinilainya menjadi latar belakang pemerintah memperpanjang pemberian insentif pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) atas properti dan insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk otomotif.

“Kenapa dua ini diperpanjang? Properti itu biasanya konten lokal tinggi untuk Properti (kelas) bawah, sedang, dan menengah. Beli pasir, batu bata, beli cat, genteng, local content-nya tinggi, multiplier effect tinggi," tuturnya dalam Indonesia Economic Outlook (IEO) 2022 yang diselenggarakan Hipmi, Jakarta, Selasa (25/1).

Indonesia Economic Outlook 2022 Hipmi-Apkasi, 25 Januari 2022, dengan opening remark Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Marves Luhut Binsa Pandjaitan, dan keynote speech Wamenkeu Suahasil Nazara.
Indonesia Economic Outlook 2022 Hipmi-Apkasi, 25 Januari 2022, dengan opening remark Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Marves Luhut Binsa Pandjaitan, dan keynote speech Wamenkeu Suahasil Nazara.

Menurutnya ketentuan perpanjangan Fasilitas PPN DTP atas properti diperpanjang hingga Juni 2022. Untuk rumah dengan harga sampai Rp2 miliar hanya akan mendapatkan potongan PPN sebesar 50% dari sebelumnya 100$, sedangkan rumah dengan harga Rp2 miliar hingga Rp5 miliar dikurangi 25% dari 50%.
 
Sedangkan diskon PPnBM untuk mobil seharga Rp200 juta ke bawah atau kategori low cost green car (LCGC) diberi 3% di kuartal I, 2% di kuartal II dan 1% di kuartal III. Sementara mobil antara Rp200 juta sampai Rp250 juta diberikan diskon PPnBM sebesar 50% hanya di kuartal I saja.
 
"Kenapa kendaraan bermotor diberikan? Katanya kendaraan bermotor lumpuh, lagi pandemi orang enggak butuh (kendaraan) lagi pandemi katanya begitu, jadi menumpuk. Makanya kita kasih pembebasan pajak sedikit, jadi penjualan mulai meningkat," ungkapnya.
 
Selain kedua sektor tersebut, pemerintah juga memberikan pembebasan PPN sewa untuk toko ritel yang ada di mal pada 2021. Akan tetapi rencana pemberian insentif PPN untuk toko ini masih dalam tahap pembahasan apakah akan dilanjutkan atau tidak.
 
"Beberapa kami lanjutkan dengan dilihat sektor mana yang masih perlu di-support, namun support pajak kami susun lebih rapi. Jadi support pajak yang kami berikan itu menjadi basis dari pajak-pajak ke depan. Karena itu meski sibuk tangani pandemi jangka pendek, kita tidak pernah melupakan reform jangka menengah dan panjang," tuturnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN