Menu
Sign in
@ Contact
Search
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara

Wamenkeu Pastikan Tambahan Subsidi Cegah Harga BBM Naik hingga Akhir Tahun

Selasa, 9 Agustus 2022 | 12:51 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Keuangan berupaya menjaga harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di tingkat konsumen tetap terkendali atau stabil hingga akhir tahun. Meskipun lonjakan harga komoditas energi masih tinggi.

Hal ini bentuk komitmen pemerintah yang diwujudkan melalui tambahan anggaran belanja subsidi dan kompensasi energi (BBM dan LPG) senilai Rp 502,4 triliun atau naik Rp 349,9 triliun pada tahun ini dari anggaran semula Rp 152,1 triliun.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, dana tambahan untuk subsidi dan kompensasi yang meningkat signifikan berasal dari windfall profit atau keuntungan yang didapatkan pendapatan negara dari naiknya sejumlah harga komoditas. Selain itu tambahan anggaran ini juga dibutuhkan untuk tetap menjaga daya beli masyarakat serta inflasi tetap terjaga.

"Kita putuskan tahun ini APBN akan buat harga (BBM) stabil dan jangan naik. Tapi harus ada yang bayar, kalau harga komoditas internasional naik, maka domestik naik, tapi kenaikan harga kita tahan melalui subsidi dan kompensasi sehingga inflasi kita beli dari anggaran pemerintah karena windfall revenue," ungkapnya dalam diskusi, Selasa (9/8/2022).

Baca juga: BKF Kemenkeu Optimistis Kinerja Ekonomi Kuartal III Akan Lebih Kuat

Untuk mencegah pembengkakan subsidi lebih lanjut dan kelangkaan, Suahasil menambahkan, pihaknya meminta PLN dan Pertamina  memastikan ketersediaan bahan baku untuk menghasilkan energi. Saat ini, pemerintah tengah memastikan ketersediaan bahan baku Pertamina dari luar negeri cukup. Begitu pula untuk bahan baku listrik PLN yakni batu bara dan gas, pemerintah juga harus dipastikan ketersediaannya.

"PLN kita kasih keputusan untuk harga batu bara dan gas sudah ditetapkan," kata Suahasil.

Disamping itu, lanjut dia, untuk mengurangi penggunaan BBM kedepan, pemerintah  tengah fokus untuk melanjutkan inisiasi penggunaan energi yang lebih efisien. Dengan mendorong penggunaan kendaraan listrik, akan lebih hemat secara Rupiah bagi pengguna dan keuangan negara.

"Dalam hitungan kita penggunaan kendaraan listrik ini lebih efisien dari nilai rupiahnya ketimbang BBM," kata dia.

Baca juga: Kemenkeu: PNBP Berperan Beri Relaksasi dan Insentif bagi Masyarakat

Lebih lanjut Suahasil menambahkan, pemerintah bahkan memberikan beberapa insentif bagi para pengguna kendaraan listrik. Dengan tujuan agar masyarakat tertarik dan mulai beralih menggunakan kendaraan ramah lingkungan. Di sisi lain, pemerintah juga telah meminta PLN untuk membuat kompor listrik yang bisa digunakan untuk rumah tangga. Namun program ini masih harus diujicobakan dan disosialisasikan.

"Kalau yang ini masih terbatas dulu, tapi nanti akan kita masifkan penggunaanya di kalangan rumah tangga," kata dia.

Adapun realisasi belanja subsidi hingga Juli realisasinya Rp 116,2 triliun atau tumbuh 17,5 % (year on year/yoy). Sedangkan kompensasi BBM dan listrik tercatat Rp 104,8 triliun atau tumbuh signifikan hingga 512,7% (yoy).

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com