Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Suahasil Nazara. Foto: fiskal.depkeu.go.id

Suahasil Nazara. Foto: fiskal.depkeu.go.id

Wamenkeu: Pertumbuhan 5,02% Beri Optimisme Kinerja Ekonomi

Gora Kunjana, Rabu, 6 November 2019 | 14:01 WIB

JAKARTA, investor.id - Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengharapkan pertumbuhan ekonomi pada triwulan III-2019 sebesar 5,02% harus bisa memberikan peluang bagi peningkatan kinerja perekonomian nasional.

"Pertumbuhan 5,02% bukan pertumbuhan yang rendah. Ini pertumbuhan yang seharusnya bisa memberikan optimisme untuk gerak ekonomi Indonesia," kata Suahasil saat memberikan sambutan dalam acara Indonesia Banking Expo 2019 di Jakarta, Rabu.

Suahasil menjelaskan kondisi global yang melambat telah memberikan dampak kepada perlemahan ekonomi negara maju dan berkembang termasuk Indonesia.

Dampak perlambatan tersebut, tambah dia, mempengaruhi aliran modal yang masuk ke Indonesia melalui instrumen portfolio maupun investasi langsung serta kinerja perdagangan nasional.

Meski demikian, menurut dia, ekonomi Indonesia masih bisa tumbuh lebih baik dibandingkan negara-negara lain yang mengalami perlambatan lebih dalam.

Oleh karena itu, Suahasil memastikan pemerintah akan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi ini melalui pelaksanaan instrumen fiskal yaitu pemanfaatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Dengan penggunaan APBN untuk mengelola perekonomian, ia menyakini, kegiatan ekonomi yang didukung efektivitas belanja pemerintah dapat menciptakan lapangan kerja, menekan tingkat kesenjangan dan mengurangi angka kemiskinan.

"Konstruksi dari APBN, kita upayakan agar bersifat counter cyclical, jadi ketika perekonomian menunjukkan perlemahan, maka APBN harus berikan dukungan," kata mantan Kepala Badan Kebijakan Fiskal ini.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi pada triwulan III-2019 sebesar 5,02% atau melambat dibandingkan periode sebelumnya.

Salah satu komponen Produk Domestik Bruto (PDB) yang melambat adalah konsumsi pemerintah yang hanya tumbuh 0,98% karena turunnya realisasi belanja barang dan jasa serta bantuan sosial.

Selain itu, kinerja investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) juga tercatat tumbuh yaitu 4,21% atau terendah dibandingkan periode sama dalam dua tahun terakhir.

Dengan pertumbuhan triwulan III-2019 tercatat 5,02%, maka secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun tercatat 5,04%.

Sumber : ANTARA

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA