Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Jusuf Kalla. Foto: IST

Jusuf Kalla. Foto: IST

Wapres Desak Gubernur BI Turunkan Lagi Suku Bunga

Jumat, 9 Agustus 2019 | 14:17 WIB

JAKARTA, investor.id – Wakil Presiden Jusuf Kalla mendesak Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo untuk menurunkan lagi suku bunga acuan guna mendorong investasi daripada meningkatkan kapital portofolio.

“Sistem keuangan yang baik, tentu buga harus lebih rendah, Pak Perry. Jadi jangan terlalu bangga dengan masuknya kapital portofolio karena itu akibatnya pada beban BI untuk menaikkan bungan. Saya tidak kuliahi Bapak, cuma harapan saja bahwa turunkan itu,” kata Wapres di hadapan peserta Seminar Nasional Transformasi Ekonomi untuk Indonesia Maju di Hotel Borobudur Jakarta, Jumat.

JK, seperti dilansir Antara menjelaskan, apabila tingkat suku bunga tinggi, maka masyarakat akan lebih tertarik untuk menyimpan uangnya di bank, sementara jika suku bunga rendah, maka itu dapat mendorong tingginya investasi.

“Jadi teori dasar saja, kalau interest tinggi maka larinya ke saving, tidak ke invest. Kalau bunga rendah, larinya ke invest. Jadi kalau bunga tinggi, otomatis invest kurang,” tegas JK.

Belajar dari pengalaman krisis moneter tahun 1998, JK mengatakan kesalahan pemerintah saat itu adalah mengikuti kemauan IMF denganmenaikkan suku bunga ketika terjadi peningkatan inflasi.

“Pengalaman kita 1998, kita didikte IMF, jadi begitu inflasi naik, naik lagi bunga. Padahal interest yang tinggi menyebabkan inflasi lebih tinggi lagi, jadi bunga mendorong infllasi. Nah jadi sekarang (inflasi) sudah rendah, rendahkanlah bunga,” tambahnya.

Sebagai acuan, Wapres mengatakan Indonesia dapat belajar dari Thailand yang menerapkan suku bunga pinjaman 7%, sehingga investasi dan pertumbuhan ekonomi di Negeri Gajah Putih itu mengalami perbaikan.

“Kan kita punya target bagaimana menyaingi Thailand, kita masih 10-11%, masih 4% lebih tinggi lawan Thailand. Jadi harus turunkan, Pak Perry,” ujarnya.

Selain Perry Warjiyo, permintaan JK untuk penurunan suku bunga itu juga disampaikan di hadapan Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Menkeu Sri Mulyani, dengan harapan dapat terjadi sinergi kebijakan untuk meningkatkan perekonomian. (gr)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN