Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto bersama Penggagas Warkop Digital, Dedi Yudianto. Foto: IST

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto bersama Penggagas Warkop Digital, Dedi Yudianto. Foto: IST

Warkop Digital Manfaatkan KUR demi Tingkatkan Ekonomi Desa

Senin, 14 Juni 2021 | 21:13 WIB
Yustinus Paat

JAKARTA, investor.id  - Warung Kopi (Warkop) Digital, besutan Bencoolen Coffe memanfaatkan kredit usaha rakyat (KUR) super mikro demi meningkatkan perekonomian desa bersama para alumni Kartu Prakerja. Tercatat ada 21.000 alumni dari program pelatihan Kartu Prakerja yang dilakukan Bencoolen Coffe.

Penggagas Warkop Digital, Dedi Yudianto mendukung kebijakan pemerintah dalam penyediaan KUR super mikro karena dapat memulihkan ekonomi skala nasional dengan memberdayakan masyarakat tingkat desa/kelurahan di seluruh Indonesia. Warkop Digital merupakan program pemberdayaan masyarakat desa, melalui kedai kopi sederhana dengan fasilitas layanan digital, pemanfaatan teknologi digital dan internet dalam pengembangan dan digitalisasi desa.

Kehadiran Warkop Digital, diharapkan mampu menjawab solusi atas terpuruknya perekonomian masyarakat akibat pandemi Covid-19.

“Dengan perkembangan teknologi dan upaya membangkitkan UMKM Indonesia untuk naik kelas, melakukan Inovasi dan kreasi, Bencoolen Coffee memiliki program Warkop Digital,” kata Dedi melalui keterangannya, Senin (14/6/2021).

Menurut Dedi, penawaran KUR super mikro dari pemerintah pusat merupakan sebuah kesempatan emas bagi alumni Kartu Prakerja sebagai modal usaha, demi meningkatkan perekonomian di tingkat desa/kelurahan. Seperti diketahui, pemerintah pusat telah mengalokasikan Rp 41,8 triliun untuk KUR super mikro atau pinjaman berplafon Rp 10 juta per unit usaha tanpa jaminan pada tahun 2021.

Pinjaman melalui Bank Negara Indonesia (BNI) itu juga tidak membutuhkan agunan. Bahkan lama usaha tidak dibatasi minimal enam bulan, seperti halnya kredit makro.

“Lama usaha tidak dibatasi minimal enam bulan, tapi hanya disyaratkan bgai yang mengikuti program pelatihan Kartu Prakerja,” jelasnya.

Dengan adanya kebijakan tersebut, Warkop Digital ingin mendorong berkembangnya desa-desa secara berkelanjutan dari sisi digitalisasi desa. Kemudian, sebagai bahan untuk meningkatkan kualitas yang dapat diterapkan untuk 74.000 desa se-Indonesia.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai, Warkop Digital, cara modern meningkatkan kegiatan ekonomi rakyat sebagai dampak dari pandemi Covid-19. Dengan adanya kebijakan KUR super mikro untu alumni Kartu Prakerja, diharapkan dapat meningkatkan perekonomian di tengah pandemi Covid-19, karena masyarakat dan pelaku usaha termasuk UMKM juga mempunyai peran yang strategis dalam mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia.

“Pemerintah memandang UMKM digital sebagai kunci pemulihan ekonomi,” kata Airlangga.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN