Menu
Sign in
@ Contact
Search
Whitesky Group melakukan perjanjian kerja sama lanjutan dengan perusahaan asal Kanada, Sinobec Trading Inc, untuk mengeksplor profil investasi dalam mengembangkan bandara-bandara yang dikelola oleh

Whitesky Group melakukan perjanjian kerja sama lanjutan dengan perusahaan asal Kanada, Sinobec Trading Inc, untuk mengeksplor profil investasi dalam mengembangkan bandara-bandara yang dikelola oleh

Whitesky Group dan Sinobec Kanada Akan Tanam Investasi di Bandara AP I

Senin, 21 Nov 2022 | 10:16 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Sebagai kelanjutan perjanjian kerja sama dengan PT Angkasa Pura (AP) I yang dilakukan di sela-sela perhelatan B20 di Bali beberapa waktu lalu, maka Whitesky Group melakukan perjanjian kerja sama lanjutan dengan perusahaan asal Kanada, Sinobec Trading Inc, untuk mengeksplor profil investasi dalam mengembangkan bandara-bandara yang dikelola oleh  AP I.

CEO and Founder Whitesky Group, Denon Prawiraatmadja mengatakan bahwa hal ini merupakan titik awal, di mana antara Whitesky Group dengan Sinobec akan melakukan kajian untuk membuat pola investasi di bandara yang dikelola oleh AP I dalam memberikan perkembangan atau pembangunan yang lebih baik dari yang pernah dilakukan sebelumnya. Mulai dari peningkatan level of service, pemuhtahiran teknologi, dan lainnya.

Baca juga: CCC Kanada dan Whitesky Sepakat Bikin Studi Pembangunan Green Airport di Kaltara

“Tujuan kerja sama ini adalah untuk menekan biaya operasional bandara yang dikelola oleh AP I sehingga bisa lebih efisien dan mempunyai daya saing dalam mendukung kegiatan sosial ekonomi masyarakat indonesia. Seperti yang diketahui bahwa dengan tinggi biaya operasional di bandar udara akan berdampak kepada tarif tiket maskapai, yang juga pada akhirnya akan terbebani oleh para calon penumpang yang ingin menggunakan jasa transportasi udara,” kata Denon dalam keterangannya, Senin (21/11/2022).

Advertisement

Diharapkan, tambahnya, dengan ada kerja sama investasi ini akan menekan biaya yang akan dikeluarkan oleh bandara yang berpengaruh kepada para operator penerbangan, sehingga bisa berdampak kepada keringanan biaya yang dikeluarkan oleh masyarakat pengguna jasa bandar udara.

Denon juga mengatakan dalam kerja sama ini Whitesky Group selain menjadi mediator antara AP I dengan Sinobec juga menjadi akan ikut berinvetasi dalam pengembangan bandara-bandara yang akan dikerjasamakan nantinya. Hal ini diharapkan akan dapat lebih memberikan keuntungan kepada semua pihak yang terlibat dalam investasi tersebut.

“Untuk mematangkan pola kerja sama bisnis seperti ini, kami akan melakukan studi banding ke Kanada. Seperti diketahui bersama bahwa di negara tersebut ada pusat International Civil Aviation Organization (ICAO) atau yang biasa dikenal dengan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional,” katanya.

Tidak hanya itu, kata Denon, seperti yang diketahui bahwa sebelumnya antara Whitesky Group dengan Pemerintah Kanada telah terjalin kerja sama yang baik, di mana telah terjalin kerja sama antara Whitesky Group dengan Canadian Commercial Corporation (CCC) untuk melakukan studi dalam pengembangan green airport di Kalimantan Utara (Kaltara).

“Terkait bandara yang akan dikerjasamakan masih dalam pembahasan dan pemilihan bandara-bandara mana saja yang dikembangkan di dalam kerja sama ini, untuk lebih tepatnya lagi akan diumumkan oleh pihak AP I. Namun yang jelas akan ada empat lokasi dengan rencana total investasi sekitar U$ 600 (juta) atau lebih,” katanya.

Baca juga: Ada Super-app IPO, Venteny Namanya!

Sementara itu, John Lee mengatakan, dipilihnya Indonesia sebagai mitra kerja sama ini antara lain negara itu memiliki sumber daya alam yang melimpah seperti sinar matahari dan berbagai bahan mineral sehingga sangat berpotensi mengembangkan bandara berwawasan lingkungan.

"Saya menilai potensi kerja sama ini dengan pihak Indonesia sangat besar dan akan berlanjut terus di masa datang," katanya.

John Lee juga menegaskan bahwa kerja sama dengan Whitesky Group akan mengusung konsep green energy atau energi hijau. Dan pihaknya bakal mengembangkan bandara-bandara di AP I menjadi bandara ramah lingkungan. Di mana pihaknya dan dakan melakukan yang terbaik untuk mengurangi emisi karbon di Indonesia.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com