Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto

Wow... Pemerintah Kaji Pembentukan Bullion Bank untuk Kelola Emas

Kamis, 4 Maret 2021 | 14:56 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah tengah mengkaji pembentukan bullion bank. Ini ditujukan untuk mengelola komoditas emas, mengingat Indonesia merupakan salah satu negara pemain besar emas dunia.

“Salah satu yang sedang dikaji oleh pemerintah adalah pembentukkan bullion bank. Ini tentu Pak Mendag (Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi) bisa mendalami bagaimana ekspor-impor ini. Karena, ini sebagian juga digunakan untuk jewelry dimana dulu ekspor-impor ini tentu terkait dengan PPN (pajak pertambahan nilai) dan lainnya,” ujar Airlangga dalam Rapat Kerja Kementerian Perdagangan 2021, Kamis (4/3).

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa emas merupakan komoditas yang harganya terus mengalami peningkatan, di sisi lain impor dari komoditas juga sangt tinggi. “Komoditas emas mencatat peningkatan walau di lain pihak emas juga impornya salah satu yang tinggi. Ini menunjukkan bahwa ada sesuatu yang perlu didalami terkait ekspor-impor emas ini, karena kita memiliki pertambangan yang besar,” ucap dia.

Dalam bahan paparannya, Airlangga menyebut, kinerja ekspor emas dan granule meningkat hingga US$ 5,28 miliar. Oleh karena itu, ia optimistis bahwa pembentukan bullion bank dapat memberikan banyak manfaat yakni menghemat devisa bagi pemerintah, sebagai sumber pembiayaan bagi industri.

“Selain itu bullion bank juga akan menjadi diversifikasi produk bagi bank dan masyarakat akan mendapatkan return dari simpanannya,” tutur dia.

Lebih lanjut, menurut Airlangga, pertambangan Grasberg di Papua merupakan tambang emas terbesar didunia setelah South Deep Gold Mine di Afrika Selatan, dengan cadangan emasnya mencapai 30,2 juta ounces. Selain itu, emas yang dihasilkan dari tambah Grasberg merupakan produk ikutan dari tambang.

Tak hanya itu, dalam catatannya Airlangga menyebutkan, Indonesia merupajan negara produsen emas terbesar ketujuh di dunia dengan produksi mencapai 130 ton pada 2020 atau 4,59 juta ounce.

Tetapi, kata dia, PT Aneka Tambang Tbk (Persero) atau Antam merupakan produsen asal Indonesia hanya tergolong sebagai junior gold miner company dengan produksi pada 2020 hanya sebesar 1,7 ton.

Bahkan, konsumsi emas Indonesia cenderung masih rendah dengan rincian untuk retail investment 172.800 ounces dan perhiasan 137,600 ounces.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan akan meneruskan kajian mengenai pembentukan bullion bank dengan mempertimbangkan berbagai aspek.

“Akan kami camkan (arahan dari Menko Airlangga). Saya hitung ada beberapa hal penting untuk bisa kami laksanakan terutama bagaimana menciptakan bullion bank, supaya kegiatan dan kemampuan Indonesia untuk mengontrol pasar emas bisa jalan dengan baik,” ucap dia.

 

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN