Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ibu Kota Negara (IKN) baru. Foto: Instagram @jokowi

Ibu Kota Negara (IKN) baru. Foto: Instagram @jokowi

Wow! Rancangan Ibu Kota Baru akan Dipamerkan dalam Bentuk Metaverse

Kamis, 13 Januari 2022 | 20:53 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menyatakan, pemerintah akan mengimplementasikan rancangan ibu kota negara (IKN) baru ke dunia metaverse dalam kurun empat bulan mendatang. Dengan demikian, masyarakat bisa mengenal lebih dekat desain, konsep, dan rancangan IKN secara lebih jelas.

“Mudah-mudahan dalam empat bulan kami di Bappenas bisa menunjukkan kira-kira IKN kalau jadi seperti ini. Jadi, bukan lagi dalam bentuk maket dan hologram,” tutur Suharso dalam rapat kerja dengan Panitia Khusus (Pansus) IKN di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (13/1).

Metaverse merupakan sebuah seperangkat ruang virtual yang memungkinkan seseorang untuk menjelajahinya dengan pengguna internet lainnya yang tidak berada dalam ruang fisik yang sama. “Metaverse muncul sebagai dampak dari kemajuan teknologi. Oleh karena itu, masterplan pembangunan IKN juga mengikuti perkembangan tersebut,” kata Suharso.

Apalagi, lanjut dia, saat ini fiber optic infrastructure sudah tidak bisa berhenti pada 4.0 atau 5.0, melainkan ke depan akan muncul revolusi industri 6.0 dan 7.0, sehingga berbagai perkembangan harus terus diikuti. Dengan begitu, bentuk ibu kota negara tidak lagi ditampilkan dalam bentuk maket maupun hologram.

“Kita kemarin sudah luar biasa heboh dengan hologram, tapi sekarang sudah ada metaverse dan kami sedang persiapkan ibu kota negara bentuk metaverse. Jadi, bukan lagi dalam bentuk maket, tidak juga hologram, tapi juga sudah reaktif dan sedang dikerjasamakan. Mudah mudahan empat bulan bisa dilihat,” tutur dia.

Ia mengaku tak ingin masterplan ibu kota negara seperti masterplan ibu kota terdahulu, yang membuat ibu kota menjadi tidak berbentuk, karena terdapat detail-detail yang di luar masterplan yang menyebabkan perkembangannya semakin tidak terarah.

“Pengalaman Jakarta dan kota kota lain di Indonesia yang memiliki masterplan begitu luar biasa hebat, tapi senantiasa perkembangannya di luar jalur masterplan. Bentuk detail-detail masterplan buat kota menjadi tidak berbentuk. Jadi, urban architecture itu penting. Kita ingin kota cantik, indah, dan jelas judulnya. Bukan kota tanpa judul,” pungkas dia.

 

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN