Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dirut Angkasa Pura I Faik Fahmi. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Dirut Angkasa Pura I Faik Fahmi. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

YIA Membuat Yogyakarta Semakin Istimewa

Minggu, 15 Desember 2019 | 12:44 WIB
Thresa Sandra Desfika dan Euis Rita Hartati

YOGYAKARTA,investor.id - Keterbatasan kapasitas Bandara Adistjipto, Yogyakarta menjadi salah satu kendala untuk mendongkrak kunjungan wisatawan dalam dan luar negeri ke Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Karena itu, kehadiran Bandara Internasional Yogyakarta (Yogyakarta Internasional Airport/YIA) menjadi solusi permasalahan itu dan bakal menjadikan Yogyakarta semakin istimewa.

Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) I (Persero) Faik Fahmi menyampaikan, keberadaan bandara baru YIA di Kulonprogo, Yogyakarta sangat ditunggu oleh masyarakat karena dapat menyelesaikan berbagai macam persoalan yang ada di Yogyakarta. Selama ini aksesibilitas terhadap angkutan udara menjadi salah satu kendala karena keterbatasan yang ada di Bandara Adisutjipto. Kapasitas bandara itu hanya untuk 1,7 juta penumpang. Sedangkan, realisasi penumpangnya saat ini mencapai 8,4 juta penumpang per tahun.

"Bandara YIA ini akan membuat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini benar-benar menjadi lebih istimewa karena seperti yang saya sampaikan tadi menyelesaikan aksesibilitas untuk domestik dan para turis asing yang datang ke sini karena kalau kita lihat target dari pemerintah dari kunjungan wisata harus meningkat, tapi di Yogya justru menurun karena masalah di aksesibilitas," ungkap Faik di sela focus group discussion (FGD) bertajuk Key Success Factor Optimalisasi YIA adalah Aksesibilitas yang Baik yang diselenggarakan Investor Daily di Yogyakarta, Jumat (13/12).

FGD Investor Daily di New Yogyakarta International Airport di Yogyakarta, Jumat (13/12/2019). Foto: IST
FGD Investor Daily di New Yogyakarta International Airport di Yogyakarta, Jumat (13/12/2019). Foto: IST

Moderator FGD tersebut adalah Direktur Pemberitaan BeritaSatu Media Holdings Primus Dorimulu yang turut juga menghadirkan narasumber, antara lain Faik Fahmi, Direktur Jenderal Bina Marga Sugiyartanto, dan pengamat kebijakan publik Agus Pambagio.

Dia menambahkan, Bandara YIA juga bukan hanya menjadi solusi aksesibilitas udara di Yogyakarta, tapi juga dapat membuka akses yang lebih luas untuk Jawa Tengah. Hal itu karena YIA hanya berjarak 6 kilometer (Km) dari Purworejo, Jawa Tengah.

"Keberadaan YIA karena lokasinya hanya 6 km dari Purworejo, sehingga membuka akses yang lebih luas ke Jawa Tengah. Sehingga destinasi pariwisata di Jawa Tengah otomatis akan ikut berkembang. Dan ini juga akan membuka akses di wilayah-wilayah Jawa Tengah yang selama ini menggunakan moda transportasi darat, ke depannya lebih mudah menggunakan YIA," papar Faik.

Dirut Angkasa Pura I Faik Fahmi. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu
Dirut Angkasa Pura I Faik Fahmi. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Lebih lanjut, Faik menuturkan, keberadaan YIA juga akan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Hal ini sudah terlihat pada 2019 ini di mana dengan kondisi Bandara YIA yang telah beroperasi meski masih dalam proses pembangunan, pertumbuhan ekonomi di Yogyakarta sudah mulai meningkat.

"Di Kulonprogo sendiri dari 5,5 % menjadi 10,6% pada tahun 2019 saat bandara dalam proses pembangunan. Pengangguran juga menurun signifikan di Kulonprogo. Dalam proses pembangunan dulu Kulonprogro merupakan kabupaten dengan tingkat pengangguran termasuk tinggi di DIY sekitar 3,4% sekarang 1,4%," ungkap Faik.

FGD Investor Daily di New Yogyakarta International Airport di Yogyakarta, Jumat (13/12/2019). Foto: IST
FGD Investor Daily di New Yogyakarta International Airport di Yogyakarta, Jumat (13/12/2019). Foto: IST

Faik meyakini, pertumbuhan ekonomi akan kian terdongkrak saat Bandara YIA beroperasi penuh pada Maret 2020. Pada tahap awal pengoperasian penuh itu, setidaknya ada 168 penerbangan per hari yang merupakan penerbangan yang dipindahkan dari Bandara Adisutjipto.

"Saya yakin makin besar setelah nanti dioperasikan pada akhir Maret tanggal 29. Ada sekitar 168 penerbangan Adisucipto akan kami pindahkan. Nanti juga ada tambahan penerbangan internasional karena runway-nya luar biasa 3.250 meter sehingga pesawat yang terberat dan terbesar akan landing langsung. Harapannya tentu saja akan membawa turis dalam jumlah besar," papar Faik.

Editor : Trimurti (trimurti@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN