Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dirut Angkasa Pura I Faik Fahmi. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Dirut Angkasa Pura I Faik Fahmi. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Yogyakarta, Solo, Semarang akan Dilayani 4 Bandara

Thresa Sandra Desfika dan Euis Rita Hartati, Minggu, 15 Desember 2019 | 13:03 WIB

YOGYAKARTA, Investor.id - Kawasan segi emas Yogyakarta, Solo, dan Semarang akan dilayani empat bandara, yakni Bandara Internasional Yogyakarta (Yogyakarta International Airport), Bandara Adi Sutjipto (Yogayakarta), Bandara Adi Soemarmo (Solo), dan Bandara Ahmad Yani (Semarang).

Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) I Faik Fahmi mengatakan, peran keempat bandara akan dikombinasikan menjadi satu sinergi, dan memberikan pilihan lebih banyak bagi kepada masyarakat, karena semua bandara tersebut dikelola oleh AP I dan akses ke masing-masing bandara juga semakin mudah.

“Jadi saya kira justru akan memperkuat posisi AP I untuk mengembangkan berbagai transportasi udara karena membuka pilihan lebih banyak lagi. Nantinya orang bisa lewat Yogyakarta, bisa lewat Solo, dan masing-masing aksesibilitasnya sangat memadai,” kata Faik di sela focus group discussion (FGD) bertajuk Key Success Factor Optimalisasi YIA adalah Aksesibilitas yang Baik yang diselenggarakan Investor Daily di Yogyakarta, Jumat (13/12).

Moderator FGD tersebut adalah Direktur Pemberitaan BeritaSatu Media Holdings Primus Dorimulu yang turut juga menghadirkan narasumber, antara lain Faik Fahmi, Direktur Jenderal Bina Marga Sugiyartanto, dan pengamat kebijakan publik Agus Pambagio.

Faik menambahkan, pihaknya akan membagi-bagi peran masing-masing bandara. Untuk Bandara YIA akan dikembangkan menjadi hub atau bandara pengumpul penerbangan internasional maupun domestik yang orientasinya untuk pariwisata. Bandara Adi Soemarmo bakal difokuskan bagi penerbangan umrah maupun penerbangan-penerbangan lainnya dari dan ke Timur Tengah. Sedangkan, Bandara Ahmad Yani lebih fokus melayani penerbangan dengan pesawat-pesawat selain widebody.

"Bandara Adisutjipto akan tetap diioperasikan tapi untuk penggunaan terbatas, yaitu untuk pesawat baling-baling, carter. Untuk rute pendek misalnya dari Yogyakarta ke Kertajati atau Cirebon," sebut Faik.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA