Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Fajar Wibhiyadi, Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero)

Fajar Wibhiyadi, Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero)

2019, Laba KBI Naik 83%

Thereis Kalla, Senin, 29 Juni 2020 | 17:27 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) mencetak laba bersih sebesar Rp 50,34 miliar sepanjang tahun 2019 atau naik 83% dibanding capaian laba bersih pada periode sama tahun lalu sebesar Rp 27,52 miliar.

Naiknya laba bersih perseroan didorong oleh meningkatnya pendapatan KBI sebesar 144,96% menjadi sebesar Rp 131 miliar dibanding periode sama tahun 2018.

Direktur Utama KBI Fajar Wibhiyadi menjelaskan, pencapaian yang diperoleh KBI sepanjang tahun 2019 terbilang cukup menggembirakan, karena pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun kemarin yang boleh dibilang landai yang diwarnai dengan agenda politik nasional yaitu pemilu presiden dan pemilu legislatif serta.

“KBI telah melewati tahun 2019 dengan kinerja yang baik, dan mampu mencatatkan capaian laba bersih yang positif,” jelas Fajar dalam keterangan resmi perseroan, Senin (29/6).

Adapun secara rinci, total pendapatan perseroan terdiri atas pendapatan operasional sebesar Rp112 miliar, dan pendapatan non-operasional sebesar Rp18 miliar.

Menurut Fajar, naiknya pendapatan KBI tak lepas dari kinerja industri perdagangan berjangka komoditi yang bertumbuh cukup positif. Hal ini tercermin dari volume transaksi multilateral PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) yang mencapai 1,46 juta lot, melewati target yang telah dicanangkan sebesar 1,1 juta lot.

Berdasarkan volume transaksinya, kontrak berjangka emas berkontribusi 45% atau setara dengan 660.893 lot. Selain emas, kopi juga menjadi kontributor terbesar volume transaksi dengan porsi 29% atau 430.837 lot, yang diikuti dengan transaksi olein dengan porsi 23% atau sekitar 336.124 lot, dan kakao sebesar 3% atau setara 39.517 lot.

Sepanjang tahun 2019, lanjut Fajar, KBI telah meregistrasi transaksi kontrak berjangka dan derivatif lainnya sebanyak  7,96 juta lot, yang terdiri dari produk komoditi primer termasuk Kontrak Berkala Emas (KBE) sebanyak 1,46 juta lot (18,4%), indeks sebanyak 624,114 lot (7,83%), currency sebanyak 767,701 lot (9,63%), komoditi SPA sebanyak 5.08 juta lot (63,80%), Kontrak single stock sebanyak 25.190 lot (0,32%). Sedangkan, untuk Kontrak Penyalur Amanat Luar Negeri (PALN) sebanyak 145 lot.

“Dengan demikian komposisi produk didominasi oleh kontrak Bilateral-SPA, yaitu produk indeks, produk currency, serta komoditi SPA, kontrak single stock yang secara keseluruhan mencapai 6,50 juta lot atau 81,58% dari total kontrak yang diregistrasi,” kata Fajar.

Sementara itu, dari sisi resi gudang, KBI telah telah menatausahakan resi gudang sebanyak 444 resi gudang dengan total volume sebesar 11,86 juta ton sepanjang 2019. Alhasil, nilai transaksi tercatat sebesar Rp 113,37 miliar.

Selain itu, dari kegiatan transaksi pasar fisik timah murni batangan, KBI telah meregistrasikan dan mengkliringkan transaksi pasar fisik timah batangan  sebesar 27.183,41 Ton.

Fajar menambahkan, pihaknya optimistis sektor perdagangan komoditas berjangka Indonesia pada tahun depan akan tumbuh lebih baik seiring dengan kontrak di bursa berjangka yang semakin inovatif dan menarik bagi investor.

“Kondisi perekonomian global kedepan diperkirakan masih penuh dengan ketidakpastian dan cenderung melambat, apalagi saat ini Indonesia sedang dilanda wabah Covid-19. Namun KBI tetap optimis bahwa sektor perdagangan komoditas berjangka memiliki potensi untuk berkembang sangat baik,” pungkasnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN