Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi beragam ukuran emas batangan. ( Foto: Thomas Samson/AFP/Getty Images )

Ilustrasi beragam ukuran emas batangan. ( Foto: Thomas Samson/AFP/Getty Images )

Emas di Bawah Level Pskilogis US$ 1800/Ounce

Jumat, 5 Februari 2021 | 07:05 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Harga emas pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB) anjlok lebih dari 2%, menembus ke bawah level psikologis utama US$ 1.800/ounce. Emas terpukul kenaikan nilai tukar greenback dan imbal hasil (yields) obligasi pemerintah Amerika Serikat yang mengikis daya tarik emas sebagai aset paling aman.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi COMEX New York Exchange, turun US$ 43,9 atau 2,39% menjadi ditutup pada US$ 1.791,20 per ounce. Sehari sebelumnya, Rabu (3/2) emas berjangka merangkak naik US$ 1,7 atau 0,09% menjadi US$ 1.835,10 per ounce.

Sementara itu, harga perak telah jatuh lebih dari 13% sejak hiruk pikuk aksi spekulatif investor ritel bergaya GameStop yang mengirimnya ke level tertinggi dalam hampir delapan tahun di US$ 30,03 per ounce pada Senin (1/2).

"Curamnya kurva imbal hasil berarti biaya untuk menahan emas di sepanjang kurva meningkat. Emas bisa turun bahkan lebih rendah dan berkonsolidasi sebagai respons terhadap ... seluruh gagasan bahwa AS dan ekonomi global sedang pulih," kata Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities.

Namun, perak bisa mendapatkan keuntungan dari permintaan industri, tambah Melek.

Sementara itu, laporan yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja AS pada Kamis (4/2) menunjukkan bahwa klaim pengangguran mingguan hanya 779.000 pada awal dalam pekan yang berakhir 30 Januari, jatuh untuk minggu ketiga berturut-turut ke level terendah sembilan minggu.

Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa pesanan pabrik AS meningkat 1,1% pada Desember, tumbuh selama delapan bulan berturut-turut.

Emas juga menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, karena dolar mencapai level tertinggi lebih dari dua bulan, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS jangka panjang menguat karena mengantisipasi paket bantuan pandemi besar dari Washington dan pasar tenaga kerja AS yang stabil.

Sementara emas biasanya memperoleh keuntungan dari lebih banyak stimulus, karena dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi akibat langkah-langkah stimulus yang meluas. Namun, imbal hasil yang lebih tinggi menantang status tersebut karena meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Perak untuk pengiriman Maret anjlok 65,5 sen atau 2,44% menjadi US$ 26,234 per ounce. Platinum untuk pengiriman April turun US$ 11,5 atau 1,03% menjadi US$ 1.103 per ounce

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : REUTERS

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com