Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi: Petugas menunjukkan emas batangan di galeri 24 penjualan Logam Mulia di Jakarta. Foto:  SP/Ruht Semiono

Ilustrasi: Petugas menunjukkan emas batangan di galeri 24 penjualan Logam Mulia di Jakarta. Foto: SP/Ruht Semiono

Emas Melonjak, Tembus Level Psikologis US$ 1800/Ounce  

Rabu, 15 September 2021 | 06:31 WIB
S.R Listyorini

Investor.id – Emas kembali menguat menembus level psikologis US$ 1.800 pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu pagi WIB), karena dolar melemah setelah kenaikan inflasi AS yang lebih lambat dari perkiraan. Ini menyebabkan ketidakpastian atas jadwal Federal Reserve AS untuk mengurangi stimulus moneternya (tapering).

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, melonjak US$ 12,7 atau 0,71% menjadi US$ 1,807,10 per ounce. Sehari sebelumnya, Senin (13/9), emas berjangka naik US$ 2,3 atau 0,13% menjadi US$ 1.794,40 per ounce.

"Emas sedang bermain di level US$1.800 per ounce menyusul data inflasi AS yang sedikit lebih lemah dari perkiraan," kata Suki Cooper, analis logam mulia di Standard Chartered Bank, menambahkan "latar belakang makro tetap kondusif untuk kenaikan harga lebih lanjut."

Indeks Harga Konsumen (IHK) inti AS naik tipis 0,1$ pada Agustus, meleset dari ekspektasi untuk kenaikan 0,3%, yang mengakibatkan dolar AS melemah. Itu adalah kenaikan terkecil sejak Februari dan mengikuti kenaikan 0,3%pada Juli.

Data inflasi dapat memperkuat pandangan bahwa Fed mungkin akan memperlambat langkah-langkah dukungan ekonomi dan mempertahankan suku bunga rendah. Suku bunga yang lebih rendah menurunkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

"Melesetnya (data AS) ini adalah kabar baik untuk emas, karena membuat pengumuman tapering September dari Fed lebih kecil kemungkinannya," kata Ed Moya, analis pasar senior di broker OANDA.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 8,9 sen atau 0,37% menjadi ditutup pada US$ 23,885 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun US$ 18,8 atau 1,96% menjadi ditutup pada US$ 938,7 per ounce.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN