Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mata uang kripto, bitcoin. ( Foto: Getty Images )

Mata uang kripto, bitcoin. ( Foto: Getty Images )

Bitcoin Tembus Rp 800 Juta, Kok Bisa ?

Selasa, 12 Oktober 2021 | 15:27 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id - Kabar menggembirakan datang untuk para investor aset kripto. Meski masih fluktuatif, harga Bitcoin kembali melejit. Bitcoin sudah menembus harga Rp 824 juta pada Selasa (12/10) dini hari. Alhasil, kapitalisasi pasar aset kripto kini melampaui US$ 1 triliun.  Kok  bisa?

Menurut Chief Executive Officer (CEO) Indodax, Oscar Darmawan, volatilitas harga aset kripto bisa diakibatkan beberapa faktor. Pertama adalah hukum pasar tentang penawaran dan permintaan. Apabila penawaran sedikit namun permintaannya banyak, otomatis harganya akan naik. Begitu pula sebaliknya.

“Dalam kasus ini, Bitcoin memiliki stok yang 'terbatas'. Namun, permintaan terhadap Bitcoin semakin meningkat  dari seluruh dunia. Maka wajar saja harganya setiap tahun semakin tinggi,” ujar Oscar Darmawan dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (12/10).

Tidak hanya itu, kata Oscar, faktor psikologis para investor pun bakal diuji. Semakin banyak orang yang mempercayai kripto sebagai sebuah aset yang layak dimiliki, semakin banyak masyarakat yang berminat membelinya, sehingga harganya menguat.

“Jangan lupa juga, sentimen berita internasional yang menyoroti kripto atau ekonomi makro dan mikro juga turut memengaruhi harga aset kripto,” tutur kata dia.

Dia mencontohkan, setelah pasar kripto jatuh akibat kasus Evergrande di Tiongkok dan pelarangan kripto oleh pemerintah Tiongkok, sentimen berita positif mengenai kripto kembali bermunculan. Kabar positif itu di antaranya bahwa Twitter dapat mengirimkan bitcoin antara satu pengguna dan lainnya secara instan dan hampir tanpa biaya.

Sentimen The Fed

Sentimen positif lainnya berasal dari Ketua Securities and Exchange Commission AS, Gary Gensler yang menegaskan kembali dukungannya kepada bursa bitcoin untuk investasi kontrak berjangka. Senada dengan Gery Gensler, Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, dalam sambutannya di depan Kongres menyatakan, pihaknya tidak berniat melarang semua aset kripto.

“Dukungan terhadap bitcoin dan kripto juga datang dari regulator keuangan negara Swiss yang menyetujui investasi kripto karena aset kripto dinilai akan memicu inovasi teknologi. Selain itu, perusahaan manajemen aset besutan George Soros, yaitu Soros Fund Management, yang mengonfirmasi perusahaannya sudah memiliki bitcoin,” papar Oscar.

Oscar mengakui, penyebab lain kenaikan harga Bitcoin pada Oktober ini kemungkinan adalah pembaruan (update) blockchain bitcoin bernama Taproot untuk menambah fungsi smart contract pada bitcoin. Sampai sekarang, smart contract hanya bisa dijalankan di jaringan ethereum. Upgrade Taproot yang diperkirakan terjadi pada Oktober atau November bisa menambah efisiensi bitcoin.

“Hari ini kita bisa buktikan bahwa bitcoin kembali naik. Hanya butuh waktu sepekan bagi bitcoin untuk menguat dari Rp 690 juta ke level Rp 824 juta,” tutur Oscar.

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN