Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero)

PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero)

Makin Diminati, Registrasi Resi Gudang KBI Naik 86%.

Rabu, 13 Oktober 2021 | 16:31 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) berhasil mencatatkan kenaikan jumlah registrasi Resi Gudang (RG) sebanyak 86% yakni sebanyak 481 RG pada kuartal-III 2021. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, KBI membukukan 258 RG.

Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia Fajar Wibhiyadi menjelaskan, terjadinya peningkatan pemanfaatan Resi Gudang, merupakan hasil dari kegiatan edukasi serta sosialisasi yang terus menerus dilakukan KBI bersama dengan berbagai pemangku kepentingan.  Dalam mendorong pemanfaatan Resi Gudang, KBI meningkatkan pemahaman para petani dan pemilik komoditas akan manfaat dari instrumen ini.

“Untuk itu, kami terus melakukan kegiatan edukasi dan sosialisasi, khususnya ke wilayah-wilayah yang menjadi sentra komoditas. Melihat pertumbuhan pemanfaatan RG yang ada menunjukkan bahwa instrumen ini makin diminati masyarakat, khususnya para petani dan pemilik komoditas,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Rabu (13/10).

Fajar Wibhiyadi, Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero)
Fajar Wibhiyadi, Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero)

Secara rinci, kata Fajar, jumlah komoditas yang di resi gudangkan pada tahun 2021 sampai dengan Kuartal-III komoditas yang masuk ke resi gudang mencapai 10 komoditas, naik 43 % dari periode yang sama di tahun 2020 yaitu sebanyak 7 komoditas.

Pada periode yang sama, KBI diwarnai dengan masuknya komoditas baru, yaitu kedelai dengan 2 Resi Gudang yang diregistrasi. Adapun, komoditas yang paling banyak diregistrasikan di kuartal-III 2021 adalah ayam karkas beku dengan 118 RG, sedangkan di periode yang sama di tahun 2020, komoditas yang paling banyak di registrasi adalah Gabah dengan 160 RG.

Pertumbuhan juga terjadi di volume serta nilai barang. Dari sisi volume barang, di tahun 2021 sampai dengan Kuartal-III tercatat sebanyak 9,932 Juta Kg, atau mengalami kenaikan 65 % dibandingkan periode yang sama di tahun 2020 yaitu sebesar 6,022 Juta Kg. Sedangkan dari sisi nilai barang, di tahun 2021 sampai dengan Kuartal III tercatat mencapai Rp 375,4  miliar, naik 206  % dibandingkan periode yang sama di tahun 2020 sebesar Rp 122,6 miliar.

Tak ketinggalan, pertumbuhan juga terjadi pada segmen nilai pembiayaan RG mencapai Rp 215,1 miliar, naik 203 % dari periode yang sama di tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp 70,9 miliar. Sebagai catatan, sepanjang tahun 2020 Resi Gudang yang diregistrasi mencapai 314 RG dalam volume seberat 6,7 Juta Kg dengan nilai barang mencapai Rp 133,9 miliar. Sedangkan dari sisi nilai pembiayaan, sepanjang tahun 2020 mencapai Rp 59,1 miliar.

Menurut Fajar, meningkatnya nilai pembiayaan resi gudang, merupakan hal yang menarik. Karena memang pada prinsipnya, petani dan para pemilik komoditas dapat menjaminkan Resi Gudang yang dimiliki untuk mendapatkan pembiayaan. Dengan mendapatkan pembiayaan, petani dan pemilik komoditas dapat terus menjalankan usahanya, sambal menunggu harga membaik.

Terkait pembiayaan resi gudang, KBI sebagai pusat registrasi juga mengajak lembaga pembiayaan baik Bank maupun Non Bank, untuk dapat masuk. Saat ini, sudah ada beberapa Bank yang menunjukkan komitmennya untuk mendukung pengembangan ekosistem resi gudang.

“Kedepan, kami akan terus mendorong pemanfaatan resi gudang, yang akan kami lakukan dengan upaya edukasi dan sinergi kepada para pemilik komoditas. Dalam hal sinergi, kami akan terus mengajak korporasi lain, baik sesama BUMN maupun sektor swasta, untuk terlibat dan masuk dalam ekosistem,” kata dia.

Terkait pengembangan pemanfaatan resi gudang, Kepala Biro Pembinaan dan Pengawasan SRG dan Pasar Lelang Komoditas BAPPEBTI Widiastuti mengatakan, kunci keberhasilan pelaksanaan SRG antara lain kerjasama sinergis antar lembaga yang terkait, baik di pusat maupun daerah, baik yang berperan di sisi hulu maupun hilir dan profesionalisme pengelola gudang.

“Dalam ekosistem sistem resi gudang, banyak pemangku kepentingan yang terlibat, dan untuk itu kami terus mengajak semua pemangku kepentingan untuk bersama-sama berperan aktif dalam koridor hukum yang berlaku sehingga setiap pihak dapat memperoleh manfaat dari SRG dan SRG berkembang berkelanjutan,” pungkasnya.(fur)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN