Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pembeli menunjukan emas batangan. Foto ilustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pembeli menunjukan emas batangan. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Emas Jatuh Didorong Kenaikan Yield Obligasi

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 10:16 WIB
S.R Listyorini

Investor.id – Harga emas jatuh pada akhiri perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), menghentikan kenaikan selama tiga hari berturut-turut, menyusul rebound kenaikan imbal hasil (yield) obligasi AS.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, anjlok US$ 29,6 atau 1,65 % dan ditutup pada US$ 1.768,30 per ounce. Namun, untuk periode minggu ini emas berjangka masih membukukan kenaikan 0,60%.

“Emas memiliki segalanya yang menentangnya. Suku bunga riil naik, ekuitas lebih tinggi, begitu juga Bitcoin,” kata Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures di Chicago.

Data ekonomi yang dirilis pada Jumat (15/10) beragam. Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa penjualan ritel AS naik 0,7% pada September, bulan kedua berturut-turut penjualan ritel meningkat. Penjualan ritel AS secara tak terduga meningkat pada September, meningkatkan ekuitas dan memperpanjang kerugian emas sebagai lindung nilai risiko.

Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan harga impor naik 0,4% pada September setelah turun 0,3% pada Agustus. Sementara itu, indeks kondisi bisnis Empire State Fed New York turun 14,5 poin menjadi 19,8 pada Oktober, lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar 25 poin.

Meningkatkan peluang kerugian memegang emas, imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang jadi acuan pulih dari level terendah lebih dari satu minggu pada Kamis (14/10).

Sementara sebagian besar pembuat kebijakan Fed setuju bahwa bank sentral dapat mulai mengurangi pembelian obligasi bulanan segera bulan depan, mereka terpecah tajam atas inflasi dan apa yang harus mereka lakukan tentang hal itu.

Investor kemungkinan hanya memperkirakan pengetatan moderat dari bank-bank sentral utama dan "yang seharusnya tidak menyebabkan terlalu banyak masalah bagi emas karena investor melakukan lindung nilai terhadap tingkat harga yang tinggi," kata Fawad Razaqzada, analis ThinkMarkets.

Pengurangan stimulus dan kenaikan suku bunga mendorong imbal hasil obligasi pemerintah naik, meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 12,8 sen atau 0,55% menjadi US$ 23,349 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik US$ 6,6 atau 0,63% menjadi ditutup pada US$ 1.058,9 per ounce.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : ANTARA

BAGIKAN