Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Investor sedang melihat indeks pergerakan aset kripto di Jakarta. Foto ilustrasi:  Beritasatu Photo/Uthan

Investor sedang melihat indeks pergerakan aset kripto di Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan

Trading Aktif vs Investasi Pasif, Bedanya Apa?

Jumat, 14 Januari 2022 | 15:12 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id - Kegiatan investasi tentu disesuaikan dengan risiko setiap investor, salah satunya adalah melakukan trading. Ada yang melakukan trading aktif atau investasi secara pasif. Lantas apa yang membedakan dua tipe strategi tersebut?

Dilansir dari laman Pintu Academy Jumat (14/1), ada dua tipe strategi investasi yang dapat dilakukan ketika investasi aset kripto, yakni trading aktif dan investasi pasif jangka panjang.

Trading aktif adalah kegiatan jual beli aset kripto dalam waktu yang relatif singkat dan sering. Seseorang yang melakukan trading aktif sering memantau pergerakan harga dan mengatur portofolio mereka di pasar. Karena itu trading aktif membutuhkan dedikasi waktu serta perhatian untuk mendapatkan keuntungan yang lebih cepat dibandingkan investasi jangka panjang yang pasif. Terdapat beberapa strategi yang dapat digunakan untuk melakukan trading aktif diantaranya:

Baca juga: Mau Tau Kilas Balik Industri Kripto di Tahun 2021, Yuk Disimak!

1.Trading harian

Trading harian adalah kegiatan membeli dan menjual kripto dengan memanfaatkan pergerakan harga pada rentang waktu di bawah 24 jam. Orang yang melakukan trading harian menggunakan banyak cara analisa untuk melakukan kegiatan jual beli, biasanya untuk menemukan inefisiensi pasar yang dapat digunakan untuk memperoleh keuntungan. Strategi ini bisa sangat menguntungkan buat sebagian orang, namun memiliki risiko yang tinggi.

2.Swing trading

Swing trading adalah strategi jual beli kripto yang memanfaatkan gelombang naik turunnya pergerakan harga dalam rentang waktu mingguan. Tujuan dari swing trading adalah menangkap potensi pergerakan harga. Biasanya swing trader menahan posisi short term dan long term tapi biasanya tidak melebihi dari beberapa minggu atau beberapa bulan. Swing trader memanfaatkan analisis teknikal serta analisis fundamental untuk merumuskan keputusan dalam melakukan trading. Strategi ini membutuhkan waktu untuk memanfaatkan gelombang pergerakan harga, namun cukup pendek sehingga tidak terlalu sulit untuk mengevaluasi hasilnya.

3.Trend trading

Trend trading adalah strategi kegiatan jual beli kripto mengikuti tren yang dipercaya oleh trader. Beberapa trend trader memanfaatkan analisis fundamental, terutama pada aspek peristiwa jangka panjang, sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama. Strategi ini percaya bahwa nilai aset akan bergerak mengikuti tren, namun tetap berhati-hati bila ada pembalikan tren.

4.Scalping

Scalping adalah strategi trading di mana trader berupaya mendapatkan profit dari perubahan harga kecil yang terjadi sepanjang hari. Scalping mencari celah untuk mendapatkan untung dengan memanfaatkan inefisiensi, gap bid-ask spread, likuiditas yang ada di pasar dan lain sebagainya. Scalping lebih cocok digunakan pada aset dengan volume besar, karena lebih mudah diprediksi pergerakannya, serta dilakukan oleh trader tingkat lanjut karena membutuhkan pengetahuan pasar yang mendalam.

Baca juga: Kripto Buatan Dalam Negeri Dinilai Mampu Tandingi Buatan Luar

Ada juga investasi pasif adalah kegiatan membeli aset untuk disimpan dalam jangka panjang. Pengguna yang melakukan investasi pasif jarang memantau portofolio asetnya, sehingga cenderung mengabaikan pergerakan harga jangka pendek.

Terdapat beberapa strategi yang digolongkan sebagai investasi pasif, beberapa diantaranya adalah:

1.Buy and Hold

Buy and Hold adalah strategi dimana investor membeli aset untuk jangka waktu yang lama. Strategi ini biasanya memanfaatkan analisis fundamental untuk menilai aset jangka panjang dan tidak berfokus ke analisis teknikal. Fenomena HODL di dunia kripto secara garis besar berdasarkan strategi ini.

2.Nabung rutin (Dollar-Cost Averaging)

Nabung Rutin adalah kegiatan membeli kripto secara rutin sesuai jadwal yang telah ditentukan. Untuk mengikuti strategi Nabung Rutin, kamu cukup menabung seminggu sekali, sebulan sekali, atau sesuai dengan jadwal yang kamu kehendaki sebesar nilai yang sama tiap kali menabung contoh, membeli bitcoin senilai Rp 500.000 setiap tanggal 1 di setiap bulan). Dengan menggunakan strategi Nabung Rutin, kamu akan secara otomatis membeli lebih sedikit kripto saat harga tinggi dan membeli lebih banyak kripto saat harga rendah. Jadi kamu tidak perlu khawatir tentang volatilitas harga kripto!

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN