Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Foto ilustrasi: Mata uang kripto.

Foto ilustrasi: Mata uang kripto.

Tokocrypto dan Telkom University Buka Pusat Inovasi Blockchain di Bandung

Jumat, 14 Januari 2022 | 18:21 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

BANDUNG, investor.id – Perusahaan teknologi, Tokocrypto menjalin kolaborasi Telkom University dengan menghadirkan pusat inovasi blockchain bernama ‘Pojok Kripto’ untuk memberikan literasi kepada sivitas akademika dan masyarakat secara keseluruhan.

Chief Operating Officer (COO) Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda mengatakan kehadiran Pojok Kripto di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Telkom University, Bandung ini sejalan dengan rangkaian program TokoScholars, sebuah inisiatif Tokocrypto untuk mengenalkan aset kripto bersama ekosistemnya kepada masyarakat luas.

"Tokocrypto bersama dengan Telkom University meluncurkan Pojok Kripto, sebuah dedicated space dengan tujuan sebagai pusat inovasi, di mana masyarakat dan sivitas akademika dapat belajar dan mengambil kelas khusus untuk memahami teknologi blockchain dan aset kripto," kata Teguh Kurniawan Harmanda dalam keterangan resmi, Jumat (14/1/2022).

Menurut Manda, blockchain tidak hanya dikaitkan dengan currency saja, tapi dapat digunakan dalam banyak hal dengan menggunakan smart contracts dan decentralized autonomous organization (DAO) baik itu di sektor pemerintahan, pendidikan, kesehatan, ekonomi dan akan menciptakan potensi yang besar. Blockchain punya keunggulan dari sisi keamanan, transparan dan kecepatan transaksi.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Telkom University Dr. Ratri Wahyuningtyas, ST., MM mengatakan kerja sama ini dapat memberikan wawasan bagi para mahasiswa dan pengajar mengenai penggunaan blockchain. “Tantangannya saat ini adalah terkait pada pemanfaatan dan pengaplikasiannya bagaimana Blockchain dapat mengubah perekonomian suatu negara secara efektif dan efisien," kata Dr.Ratri.

Teknologi blockchain bisa berkontribusi pada perdagangan ekonomi digital Indonesia yang diperkirakan tumbuh pesat 8 kali lipat pada tahun 2030, dari saat ini sekitar Rp 632 triliun menjadi Rp 4.531 triliun pada 2030. Angka itu sebesar 18 persen dari total PDB Nasional.

Sementara, riset PwC mengungkap teknologi blockchain dapat meningkatkan ekonomi global US$ 1,76 triliun pada tahun 2030.

Dalam kerja sama ini, Manda menambahkan Tokocrypto akan mendukung penuh segala bentuk penelitian yang berkaitan dengan blockchain dan aset kripto. Hal ini diharapkan dapat memperdalam dan memperluas penetrasi teknologi blockchain ke seluruh penjuru Indonesia.

"Tantangan bagi kami saat ini adalah bagaimana mencari talenta teknologi di bidang blockchain dapat berkontribusi untuk Indonesia. Kerja sama ini dapat memberdayakan talenta lokal untuk mengembangkan kapasitasnya di Tanah Air," pungkasnya.

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : PR

BAGIKAN