Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi komoditas CPO. (Foto: Kemenperin/Beritasatu.com)

Ilustrasi komoditas CPO. (Foto: Kemenperin/Beritasatu.com)

Harga CPO Rebound, Terdorong Aksi Bargain Hunting

Jumat, 24 Juni 2022 | 06:20 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives rebound pada perdagangan Kamis (24/6/2022). Hal ini terdorong oleh aksi bargain hunting pelaku pasar. Dengan demikian, mengakhiri pelemahan harga CPO yang terjadi dalam enam hari berturut-turut.

Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives pada penutupan Kamis (23/6/2022), kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Juli 2022 naik 182 Ringgit Malaysia menjadi 4.870 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Agustus 2022 melonjak 234 Ringgit Malaysia menjadi 4.800 Ringgit Malaysia per ton.

Baca juga: Keran Ekspor CPO Dibuka, Sawit Sumbermas Optimistis Penjualan Terdongkrak

Sementara itu, kontrak pengiriman September 2022 terkerek 245 Ringgit Malaysia menjadi 4.744 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Oktober 2022 terdongkrak 262 Ringgit Malaysia menjadi 4.731 Ringgit Malaysia per ton.

Serta, kontrak pengiriman November 2022 meningkat 282 Ringgit Malaysia menjadi 4.759 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Desember 2022 melesat 270 Ringgit Malaysia menjadi 4.788 Ringgit Malaysia per ton.

Baca juga: Keran Ekspor CPO Dibuka, Potensi IPO Perusahaan Sawit Dinilai Makin Besar

Trader minyak sawit David Ng mengatakan, harga CPO ditutup lebih tinggi pada Kamis seiring munculnya bargain hunting. "CPO berakhir lebih tinggi karena aksi jual yang sangat tajam baru-baru ini menarik minat beli. Kami menemukan level support di 4.500 Ringgit Malaysia per ton dan resistance di 5.100 Ringgit Malaysia per ton," kata David Ng.

Harga CPO berakhir pada level terendah enam bulan kemarin. Tertekan oleh fundamental pasar yang bearish termasuk harga minyak kedelai yang lebih rendah, ekspektasi pasokan yang tinggi, dan angka ekspor yang lemah selama 1-20 Juni.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Bernama

BAGIKAN