Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dana miliaran dolar terhapus dari pasar aset kripto dalam beberapa bulan terakhir. Perusahaan di industri merasakan sakitnya. Perusahaan pemberi pinjaman dan perdagangan menghadapi krisis likuiditas dan banyak perusahaan telah mengumumkan PHK. (FOTO: Yu Chun Christopher Wong | S3studio | Getty Images)

Dana miliaran dolar terhapus dari pasar aset kripto dalam beberapa bulan terakhir. Perusahaan di industri merasakan sakitnya. Perusahaan pemberi pinjaman dan perdagangan menghadapi krisis likuiditas dan banyak perusahaan telah mengumumkan PHK. (FOTO: Yu Chun Christopher Wong | S3studio | Getty Images)

Pasar Sepekan: Kripto Lesu, Ethereum Bisa Dorong Bull Run

Jumat, 5 Agustus 2022 | 16:20 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Menjelang akhir pekan, pasar kripto tampak lesu, walaupun terpantau memasuki zona hijau. Secara keseluruhan pasar masih belum mampu bangkit, seperti pekan lalu di mana terjadi lonjakan harga yang signifikan.

Sejumlah aset kripto, terutama yang berkapitalisasi besar atau big cap melaju tipis ke zona hijau pada perdagangan Jumat (5/8/2022) pukul 16.10 WIB. Misalnya saja, dari pantauan CoinMarketCap, nilai Bitcoin berada di harga US$ 23.138,76 atau naik 1,13% dalam 24 jam terakhir. Altcoin lainnya, Ethereum (ETH) ikut naik 2,26% ke US$ 1.656,49. Binance Coin (BNB), Solana (SOL) dan XRP naik lebih dari 1%.

Trader Tokocrypto Afid Sugiono, mengatakan gerak market masih sideways dan belum mampu melaju optimis untuk kenaikan harga, seperti pada pekan lalu. Pelemahan pasar kripto ini sudah bisa ditebak, karena reli yang terjadi beberapa hari ini didorong oleh technical rebound.

“Pelemahan dan kenaikan tipis ini sudah diprediksi sebelumnya, karena adanya technical rebound di mana investor mulai lelah melakukan aksi jual dan kembali melancarkan aksi beli. Namun, ini akan terus berulang untuk menjaga level support tidak dapat ditembus, dan masih sulit untuk menerobos resistensinya,” kata Afid dalam keterangannya, Jumat (5/8/2022).

Baca juga: Ini Dia 5 Strategi Untung Bagi Investor Kripto saat Pasar Sideways

Di sisi lain, kenaikan harga ini juga semu lantaran tak disertai volume trading yang sepadan. Oleh karenanya, tak heran jika penguatan harga aset kripto diproyeksi hanya berada di rentang yang sempit dan tak bertahan lama.

Namun, apabila dilihat dari sisi sentimen, pasar kripto sejatinya sedang diselimuti banyak sentimen negatif yang membuat kepercayaan diri investor menurun. Seperti pernyataan The Fed yang terbilang plin plan.

“The Fed terlihat plin plan setelah beberapa pejabatnya yang berkomentar bahwa peluang membuka pelonggaran kebijakan moneter setelah September bisa sulit terjadi. Di samping itu juga rentetan kabar soal peretasan yang terjadi pada jaringan Solana dan Nomad yang mencuri perhatian investor,” terang Afid.

Selain sentimen negatif, hal positif bisa datang dari ekosistem Ethereum. Faktanya, dalam dua momentum bull market terakhir, Ethereum jauh memimpin dibandingkan Bitcoin.

Afid melihat transisi Ethereum ke proof-of-stake (PoS) bisa menjadi pendorong utama untuk aksi bull run selanjutnya. Ethereum menjadi faktor utama dalam ledakan pasar kripto pada tahun 2017, di mana ICO (initial coin offering) banyak bermunculan menaikkan nilai pasar.

Baca juga: Jaringan Dompet Solana Diretas, Bagaimana Dampaknya ke Pasar Kripto?

“Popularitas DeFi dan NFT di tahun 2021 juga melibatkan ekosistem Ethereum dan menjadi periode penting bagi momentum pasar kripto. Selanjutnya, siklus bakal terjadi ketika The Merge berhasil dilakukan pada September mendatang. ETH akan mendorong nilai altcoin lain sebelum proses migrasi dilakukan,” ucap Afid.

Dari analisis teknikalnya saat ini, Ethereum sedang sideways dengan rentang harga di atas level support US$ 1.600. Level US$ 1.590 masih menjadi support terkuat untuk menahan laju penurunan harga ETH.

Tetapi apabila pergerakan harga ETH berhasil pullback, maka supply area pada level US$ 1.739-US$ 1.916 masih menjadi target utama dalam kenaikan harga ETH. Dalam waktu dekat akan ada penggabungan testnet ketiga dan terakhir, Goerli, diharapkan terjadi pada 10 Agustus mendatang, bisa menggerakan harga ETH.

Sementara, analisis harga Bitcoin saat ini level resistensi berada pada harga US$ 23.223 dan support pada harga US$ 22.400. Level support US$ 21.978 menjadi pertahanan selanjutnya, apabila harga Bitcoin melanjutkan penurunannya.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN