Menu
Sign in
@ Contact
Search
Mata uang kripto (cryptocurrency) Ethereum atau Ether. ( Foto: AFP Photo via Gettty Images )

Mata uang kripto (cryptocurrency) Ethereum atau Ether. ( Foto: AFP Photo via Gettty Images )

Reli Kripto Tertahan saat Ethereum Menghijau, Ayo Cari Tahu Penyebabnya

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 15:33 WIB
Majalah Investor (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Menjelang akhir pekan ini, aktivitas pasar kripto cenderung lesu. Padahal, likuiditas transaksi Ethereum masih terpantau kuat dan menghijau. Hal ini memicu kebingungan di antara invstor aset kripto.

Berbeda dengan Ethereum, sejumlah aset kripto, terutama yang berkapitalisasi besar atau big cap terpantau menurun dan masuk ke zona merah pada perdagangan Jumat (12/8) pukul 12.00 WIB. Misalnya saja, dari pantauan CoinMarketCap, nilai Bitcoin bertengger di harga US$ 24.028 atau turun 1,30% dalam 24 jam terakhir. Altcoin lainnya, Ethereum (ETH) masih kuat naik 1,12% ke US$ 1.901. Binance Coin (BNB), Solana (SOL) dan XRP anjlok lebih dari 0,50%.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan market kripto mulai kehabisan bensin, walaupun masih ditopang segudang sentimen positif.  Dukungan makroekonomi masih bisa menjadi angin segar bagi pasar kripto, setelah Departemen Ketenagakerjaan AS  mengumumkan inflasi tahunan AS yang  mengalami penurunan dari 9,1%  menjadi 8,5%. 

Pedagang Kripto Sebut Regulasi Baru Bappebti  Tingkatkan Keamanan Investor 

"Market tampak mulai goyah pada Jumat (12/8) pagi ini. Padahal jika dilihat dari sisi sentimen positif masih banyak yang bisa mendorong laju market ke reli selanjutnya. Terlebih indeks inflasi AS turun, data itu mengindikasikan bahwa siklus inflasi tinggi AS mungkin telah mencapai puncaknya, meski angka 8,5% masih jadi salah satu yang tertinggi," kata Afid.

Melihat data tersebut, investor bisa optimis bahwa siklus inflasi tinggi AS sudah mencapai puncaknya. Sehingga, berharap bank sentral AS, The Fed, mulai bersikap lunak dalam melakukan kebijakan suku bunganya. Namun, rupanya hal tersebut belum mampu membuat gerak laju market kuat naik.

Sementara dari sisi ekosistem, sentimen positif datang dari Ethereum yang Kamis (11/8) kemarin mengumumkan telah sukses menginstalasi pembaruan di salah satu jaringan uji cobanya bernama Goerli. Uji coba ini merupakan testnet paling akhir, sebelum jaringan utama Ethereum mengalami pembaruan bernama The Merge pada September mendatang.

TKO Masuk Kelompok 383 Aset Kripto Legal

"Suksesnya Goerli sedikit membantu harga ETH tidak terpengaruh market yang lesu. Walau alami sedikit kenaikan, ETH mampu bertahan dan sentimen positif ke depan bisa mendorong harganya," ucap Afid.

Sentimen Negatif

Menurut Afid,   pasar cenderung lesu saat para trader  memulai masif melakukan aksi profit taking atau ambil untung. Akibatnya, banyak investor ikut menghentikan akumulasinya.

"Sayang banyak sentimen positif gagal menjadi berkah bagi market kripto. Banyak trader yang sepertinya bergerak cepat melakukan aksi profit taking, karena penguatan yang membuat harga aset kripto tinggi kemarin. Kuat diguaan, mereka melakukan aksi itu karena yakin harga aset kripto benar-benar telah mencapai titik bottom-nya," terangnya.

Di sisi lain, market saham AS juga memiliki kinerja bervariasi, namun cenderung menurun. Hal ini terjadi karena kinerja saham-saham teknologi, seperti Alphabet, Meta Platforms, Apple, dan Microsoft alami penurunan. Ini juga yang membuat investor kurang berselera masuk ke market kripto.

Optimisme Pasar Kripto Meningkat Jelang Merging Ethereum

Selain itu,  penguatan  indeks dolar AS Jumat pagi ini yang menambah hantaman laju nilai aset kripto. Pergerakan nilai dolar AS dan aset kripto memang punya korelasi negatif yang kuat sejak Juli tahun lalu.

Berdasarkan analisis teknikal, gerak level support Bitcoin berada pada resistance sebelumnya di level US$ 23.362 sebagai tahanan jika harga BTC meneruskan penurunannya. Namun, apabila harga Bitcoin pullback dan kembali naik, target kenaikan masih berada di level US$ 25.232.

Sementara, Ethereum masih mampu mempertahankan laju bullish-nya. Pergerakan harga ETH masih mencoba untuk breakout dari area supply yang menjadi kunci dan konfirmasi untuk kenaikan lebih lanjut. Jika harga ETH berhasil breakout, target bullish selanjutnya berada di level US$ 2.009. Level support kuat masih di US$1.745 untuk menahan laju penurunan harga ETH apabila terjadi koreksi.

 

 

 

 

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : Majalah Investor

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com