Menu
Sign in
@ Contact
Search
Petugas menunjukan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat di gerai penukaran mata uang asing VIP (Valuta Inti Prima) Money Changer di Jakarta pada 3 Januari 2023. (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc)

Petugas menunjukan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat di gerai penukaran mata uang asing VIP (Valuta Inti Prima) Money Changer di Jakarta pada 3 Januari 2023. (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc)

Rupiah Naik, Sempat di Level Rp 14.888 Per Dolar AS

Selasa, 24 Jan 2023 | 17:58 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (24/1) sore ditutup naik, seiring dengan ekspektasi pasar akan meredanya kenaikan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) oleh Federal Reserve (Fed). Rupiah ditutup meningkat tajam hingga sempat di level Rp 14.888 per dolar AS.

Rupiah menguat 188 poin atau 1,24% ke posisi Rp 14.888 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Jumat (20/1) di level Rp 15.075 per dolar AS.

“Meskipun the Fed masih akan menaikkan tingkat suku bunga acuannya pada tahun ini, namun pasar melihat kebijakan tersebut tidak lagi seagresif pada 2022 dan sudah cenderung priced in,” kata Analis Pasar Uang Bank Mandiri Reny Eka Putri, Selasa.

Baca juga: Rupiah Menguat Seiring Melemahnya Data Ekonomi AS

Advertisement

Reny mengatakan dalam pernyataan terakhir Fed pada Desember 2022, bank sentral AS itu akan menaikkan suku bunga acuannya sampai ke level 5,25% tahun ini. Namun, konsensus pasar melihat Fed hanya akan menaikkan sebesar 25 basis poin (bps) pada pertemuan Februari 2023.

Penguatan rupiah terjadi seiring dengan menurunnya tekanan eksternal. Indeks dolar AS yang terus menurun mendekati level 100 yang mengindikasikan pelemahan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama (major currencies) juga membuka peluang penguatan pada mata uang rupiah.

Faktor lain yang mendukung penguatan rupiah adalah membaiknya data-data ekonomi domestik, arus modal masuk (capital inflow) yang mulai terjadi, serta kepercayaan investor yang meningkat. Itu terefleksi juga dengan rupiah yang kembali menguat ke bawah level 15.000 terhadap dolar AS dalam sesi perdagangan di Januari 2023.

Membaiknya data-data ekonomi domestik ditunjukkan antara lain oleh peningkatan cadangan devisa sementara surplus neraca perdagangan yang masih berlanjut. Surplus mencapai US$ 3,89 miliar pada Desember 2022.

Baca juga: BI: Awal Tahun Rupiah Terapresiasi 3,18%

Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2022 mencapai US$ 137,2 miliar, meningkat dibandingkan dengan posisi pada akhir November 2022 sebesar US$ 134 miliar.

Rupiah pada pagi hari dibuka meningkat ke posisi Rp 15.035 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp 14.884 per dolar AS hingga Rp 15.040 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa menguat ke posisi Rp 14.930 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya Rp 15.121 per dolar AS pada Jumat (20/1).

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : ANTARA

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com