Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi harga emas. (Sumber: Antara)

Ilustrasi harga emas. (Sumber: Antara)

Emas Menguat Didorong Pelemahan Dolar dan Yield Obligasi Jatuh

Rabu, 25 Jan 2023 | 10:00 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

CHICAGO, investor.id – Harga emas menguat pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), memperpanjang keuntungan untuk hari keempat berturut-turut. Kenaikan ini didorong dolar Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dan penurunan imbal hasil (yield) obligasi di tengah ekspektasi Federal Reserve (Fed) akan memperlambat kenaikan suku bunga.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, terangkat 6,80 dolar AS atau 0,35% menjadi ditutup pada 1.935,40 dolar AS per ounce, setelah diperdagangkan mencapai level tertinggi sesi di 1.943,80 dolar AS dan terendah di 1.918,20 dolar AS.

Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini Rp 1,040 Juta Per Gram

Emas berjangka menguat 0,40 dolar AS atau 0,02% menjadi 1.928,60 dolar AS pada Senin (23/1), setelah terdongkrak 4,30 dolar AS atau 0,22% menjadi 1.928,20 dolar AS pada Jumat (20/1), dan melonjak 16,90 dolar AS atau 0,89% menjadi 1.923,90 dolar AS pada Kamis (19/1).

Advertisement

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya turun 0,19% menjadi 101,9150, membuat emas yang dihargakan dalam dolar lebih murah bagi banyak pembeli. Sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun merosot dari level tertinggi satu minggu.

“Saya pikir emas masih bertahan cukup kuat karena ekspektasi pasar beralih lebih ke arah jeda potensial dari Fed, atau beralih ke kebijakan yang lebih dovish,” kata ahli strategi komoditas di TD Securities Ryan McKay, Rabu (25/1).

Para analis pasar mencatat investor dengan posisi beli emas terus optimis tentang posisi mereka karena ada kekhawatiran yang meningkat akan resesi AS.

Baca juga: Kesadaran Masyarakat Berinvestasi Emas Makin Meningkat 

Indeks manajer pembelian manufaktur (PMI) S&P Global AS yang dirilis Selasa (24/1) naik sedikit dari 46,2 pada Desember 2022 menjadi 46,8 pada Januari 2023, menandakan penurunan solid dalam kondisi operasi pada awal 2023, mendukung emas.

Sementara itu, PMI Jasa S&P AS pulih ke 46,6 pada Januari dari 44,7 pada Desember, lebih baik dari ekspektasi pasar.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 19,5 sen atau 0,83%, menjadi menetap pada 23,749 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April meningkat 10,5 dolar AS atau 0,99%, menjadi ditutup pada 1.066,80 dolar AS per ounce.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : ANTARA

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com