Menu
Sign in
@ Contact
Search
Komoditas energi

Komoditas energi

Intip Tren Komoditas di Awal Tahun, Pasar Energi Bersiap Turbulensi

Rabu, 25 Jan 2023 | 16:42 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Mengawali tahun 2023 sejumlah peristiwa ekonomi dan politik global masih memengaruhi tren sejumlah harga komoditas. Mulai dari komoditas energi seperti batu bara, CPO, gas alam. Ditambah lagi, Rupiah dan emas.

Beberapa faktor dari tahun 2022 juga turut memengaruhi pergerakan harga komoditas di awal tahun ini. Mulai dari isu pelonggaran pembatasan terkait Covid-19, lanjutan konflik di Ukraina, hingga respon kebijakan berbagai negara terkait inflasi dan tingkat suku bunga.

Research & Development ICDX Girta Yoga mengatakan, komoditas energi meredup pada akhir 2022. Tapi, pada awal 2023 pasar energi bersiap turbulensi. Hal ini karena adanya pelonggaran pembatasan Covid-19 di Tiongkok menyebabkan aktivitas perjalanan meningkat drastis yang menyebabkan terdorongnya demand untuk pemenuhan energi.

Baca juga: Rupiah Tertekan Seiring Membaiknya Ekonomi Eropa

Advertisement

Fokus pasar pada kuartal-I 2023 untuk komoditas energi adalah embargo produk turunan minyak Rusia pada 5 Februari mendatang, OPEC menargetkan harga minyak 2023 stabil di kisaran US$ 80 - 90 per barel, AS masih mengalami krisis stok di Cadangan Strategis Negara, rencana penerapan batas harga untuk gas Rusia pada 15 Februari mendatang.

“Ditambah lagi, Tiongkok melonggarkan ijin impor batu bara Australia,” ungkapnya di sela media briefing Commodity Outlook Q1 2023 oleh ICDX Group Research, Rabu (25/1/2023).

Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini Rp 1,040 Juta Per Gram

Oleh karena itu, lanjut dia, pada Kuartal I-2023 diperkirakan harga batu bara akan bergerak pada resistance US$ 425-450 per ton dan support US$ 300-275 per ton. Untuk harga minyak mentah akan bergerak pada resistance US$ 100-115 per barel dan support US$ 65-55 per barel. “Sedangkan gas alam diperkirakan akan bergerak pada resistance US$ 4,5 – 5,5 per mmbtu dan support US$ 2,5 – 2 per mmbtu,” jelasnya.

Sedangkan khusus untuk CPO, topik utama yang memengaruhi pergerakan harga di kuartal-I 2023 adalah pembukaan wilayah Tiongkok, mandat pemerintah Indonesia mengenai Biodiesel (B35), Ramadan, serta pengurangan impor minyak sawit oleh Eropa.

Baca juga: Minyak Naik Didukung Isyarat OPEC+ Pertahankan Produksi

Kondisi global seperti isu resesi dan ekonomi Amerika Serikat juga turut memengaruhi komoditas khususnya mata uang Rupiah. Dari faktor internal sendiri yang menjadi penggerak adalah data makro ekonomi Indonesia yang mencatatkan bahwa pada kuartal-III 2022 kemarin ekonomi Indonesia tumbuh 5,72%, selain itu neraca perdagangan juga turut menujukkan kinerja positif dengan pertumbuhan US$ 5,16 miliar, serta suku bunga BI yang tumbuh 5,75%.

Di sisi lain, isu resesi menjadi pendorong naiknya harga emas selain inflasi global. Kenaikan suku bunga The Fed yang diproyeksikan naik 75bps, dan target suku bunga 2023 5,1% juga menyumbang pergerakkan harga emas di samping dari kelanjutan konflik Rusia dan Ukraina.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com