Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi transaksi perdagangan aset kripto. ( Foto: Istimewa )

Ilustrasi transaksi perdagangan aset kripto. ( Foto: Istimewa )

Bappebti Ijinkan 229 Jenis Aset Kripto Diperdagangkan

Sabtu, 20 Februari 2021 | 16:23 WIB
Parina Theodora

Jakarta- Dari sebanyak 8.472 aset kripto yang beredar di seluruh dunia, sebanyak 229 jenis aset kripto bisa diperdagangkan di Indonesia. Penentuan daftar aset kripto yang boleh diperdagangkan tersebut didasarkan atas nilai keamanannya oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) melalui peraturan Peraturan Bappebti Nomor 7 Tahun 2020 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang dapat Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto.

Kepala Bappebti Sidharta Utama mengatakan dalam regulasi tersebut, Bappebti telah menetapkan 229 jenis aset kripto yang dapat diperdagangkan di pasar fisik aset kripto. Beberapa aset kripto yang termasuk di dalamnya adalah Bitcoin, Ethereum, Tether, dan XRP. Keempatnya merupakan aset kripto dengan pangsa pasar tertinggi dunia. Dan di luar dari 229 jenis aset kripto tersebut, Bappebti menyatakan wajib dilakukan delisting.

Sidharta menambahkan, perdagangan pasar fisik aset kripto terus meningkat dan segmentasi pasarnya juga semakin luas. Hal tersebut ditandai dengan naiknya harga aset kripto yang diperdagangkan oleh calon pedagang. Salah satunya yaitu bitcoin. Sejak awal 2020, harga bitcoin telah meningkat sampai 570%. Harga 1 bitcoin pada awal 2020 tercatat sebesar USD 8.440 kemudian pada akhir 2020 meningkat menjadi USD 29.000, dan pada pertengahan Februari 2021 harganya naik menjadi USD 48.149.

”Hal tersebut mengindikasikan bahwa perdagangan fisik aset kripto, khususnya bitcoin sangat diminati masyarakat Indonesia,” tandas Sidharta. Sementara aset kripto sendiri dilarang digunakan sebagai alat pembayaran dan hanya digunakan sebagai investasi komoditas yang dapat diperdagangkan di bursa berjangka.

Editor : Parina Theodora (theo_olla@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN