Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama BBJ, Stephanus Paulus Lumintang (kiri) dan Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero)/KBI, Fajar Wibhiyadi. (Foto Ist)

Direktur Utama BBJ, Stephanus Paulus Lumintang (kiri) dan Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero)/KBI, Fajar Wibhiyadi. (Foto Ist)

BBJ Pecahkan Rekor Tertinggi Transaksi Berjangka Komoditi

Rabu, 23 Desember 2020 | 02:15 WIB
Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Futures Exchange (JFX) hingga pertengahan Desember 2020 membukukan volume transaksi 9,02 juta lot yang merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah. Rekor tertinggi sebelumnya dicatatkan pada 2019 sebanyak 7,94 juta lot.

"Total transaksi 9,02 juta lot terdiri atas transaksi multilateral 1,61 juta lot dan bilateral 7,40 juta lot. Itu merupakan transaksi tertinggi selama 20 tahun BBJ beroperasi. Pecahnya rekor transaksi ini sangat menggembirakan dan merupakan hal positif bagi industri perdagangan berjangka komoditi di Indonesia," kata Direktur Utama BBJ, Stephanus Paulus Lumintang di Jakarta, Selasa (22/12).

Menurut Stephanus, melesatnya volume transaksi perdagangan berjangka komoditi di BBJ dipengaruhi sejumlah faktor. Dari dalam negeri, pandemi Covid-19 yang mengharuskan masyarakat melakukan kegiatan dari rumah, turut mendorong kenaikan transaksi. "BBJ memang menyiapkan berbagai perangkat dan sistem teknologi untuk mendukung transaksi secara online," ujar dia.

Dia menambahkan, semakin meningkatnya pemahaman dan kepercayaan investor domestik untuk berinvestasi pada perdagangan berjangka komoditi turut menjadi stimulus bagi kenaikan transaksi di BBJ. "Adapun dari faktor global, lonjakan transaksi dipengaruhi pemilu di AS, harga minyak yang pernah menyentuh minus, serta volatilitas harga emas," tutur dia.

Stephanus Paulus Lumintang optimistis tahun depan industri perdagangan berjangka komoditi tumbuh lebih baik dibandingkan tahun ini. Pada 2021, BBJ menargetkan volume transaksi 10 juta lot.

Selain mempertimbangkan faktor internal dan eksternal, kata Paulus, BBJ telah menyiapkan berbagai inovasi produk berupa kontrak-kontrak baru yang bakal memenuhi kebutuhan dan diminati pasar.

Tahan Guncangan

Sementara itu, Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero)/KBI, Fajar Wibhiyadi menjelaskan, lonjakan transaksi perdagangan berjangka komoditi sepanjang tahun ini membuktikan bahwa industri berjangka komoditi cukup tahan terhadap guncangan.

Pencapaian itu juga membuktikan bahwa investasi pada perdagangan berjangka komoditi telah menjadi salah satu pilihan masyarakat. "Pertumbuhan ekonomi nasional maupun global pada 2020 mengalami kontraksi yang cukup tajam. Namun, transaksi perdagangan berjangka komoditi tetap tumbuh," ucap dia.

Pencapaian volume transaksi tahun ini, menurut Fajar Wibhiyadi, menambah optimisme BBJ dan KBI untuk meraih kinerja yang lebih baik pada 2021. Apalagi tahun depan, perekonomian global dan nasional diperkirakan tumbuh positif.

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati beberapa waktu lalu mengungkapkan, perekonomian nasional pada 2021 diestimasikan tumbuh di kisaran 5%. Bahkan Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6,1%.

“Kami pun tentu optimistis transaksi perdagangan berjangka komoditi tahun depan tumbuh positif. Tahun depan Indonesia siap melaksanakan vaksinasi. Ini akan memberikan angin segar bagi para pelaku bisnis untuk lebih lincah bergerak setelah pada 2020 tertahan pandemi," papar Fajar Wibhiyadi.

Fisik Emas Digital

Stephanus Paulus Lumintang mengemukakan, perdagangan berjangka komoditi tahun depan akan ditandai dengan dimulainya transaksi di pasar fisik emas digital sebagai bagian dari kolaborasi BBJ dengan KBI. Kedua pihak pada 2019 juga menghadirkan pasar fisik timah murni batangan.

Paulus mengatakan, BBJ telah mengantongi izin dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) sebagai bursa untuk pasar fisik emas digital. Sedangkan KBI mendapatkan izin dari Bappebti sebagai lembaga lliring dan lembaga depository.

Dia menambahkan, pasar fisik emas digital pada 2021 akan mendorong minat masyarakat untuk berinvestasi pada perdagangan berjangka komoditi. Itu karena melalui pasar fisik emas digital, masyarakat dapat melakukan investasi emas dengan nilai yang lebih terjangkau.

"BBJ telah menyiapkan dua skema, yaitu on exchange dan off exchenge. Kami optimistis pada awal 2021 transaksi pasar fisik emas digital mulai berjalan. Tentunya ini akan meramaikan ekosistem investasi di perdagangan berjangka komoditi Indonesia,” ucap dia.

Fajar Wibhiyadi memproyeksikan pasar fisik emas digital ke depan menjadi salah satu instrumen investasi yang diminati masyarakat. "Di tengah disrupsi teknologi saat ini, masyarakat membutuhkan sarana investasi yang mudah dijangkau dengan teknologi, namun tetap memberikan keamanan investasi,” tandas dia.

 

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN