Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Destry Damayanti. Foto: Majalah Investor/ Uthan A Rachim

Destry Damayanti. Foto: Majalah Investor/ Uthan A Rachim

BI: Perang Dagang Picu Investor Buru Emas

Rabu, 28 Agustus 2019 | 17:00 WIB

JAKARTA, investor.id - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengatakan bahwa akibat perang dagang di pasar global, para investor semakin memburu emas sebagai target investasi yang aman.

Menurut dia, perang dagang yang terjadi antara Tiongkok dan AS membuat gejolak ekonomi global tidak memberikan banyak pilihan kepada para investor dalam menanamkan investasi.

"Emas masih dianggap investasi yang aman oleh para investor," kata Destry Damayanti di Jakarta, Rabu seperti dilansir Antara.

Aset tersebut dianggapnya masih memiliki risiko yang paling kecil, ketika banyak ketidakpastian di pasar global.

Ia menyebutkan banyak negara yang telah menurunkan suku bunga, tidak terkecuali Indonesia yang turut menurunkan suku bunga acuan.

Sebelumnya, ia mengingatkan, BI telah menurunkan suku bunga acuan juga,

Gubernur BI Perry Warjiyo memberikan tiga hal penjelasan terkait penurunan suku bunga acuan menjadi 5,5%. "Rendahnya perkiraan inflasi hingga tahun 2020, menjadi salah satu alasan turunnya suku bunga acuan," kata Perry Warjiyo.

Dalam penjelasannya, Perry Warjiyo mengatakan rendahnya perkiraan inflasi yang berada di bawah titik tengah dengan sasaran 3,5% plus minus 1% akan tetap berada dalam sasaran 3% pada 2020 menjadi penyebab.

Kedua adalah ada unsur kepercayaan bahwa imbal dari hasil investasi masih akan menarik meski pun suku bunga acuan BI turun.

Hal tersebut bisa diukur dari perbedaan suku bunga baik dalam riil policy rate 2,5% diferensialnya kemudian nominal interest rate diferensial, sedangkan terkait cover 4,16%, jika uncover tanpa premi risiko menjadi 5,74%, berdasarkan paparan Perry.

Penjelasan terakhir atau ketiga adalah untuk meningkatkan penyaluran kredit oleh pihak perbankan di mana diharapkan bisa mendorong percepatan perekonomian nasional.

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 21-22 Agustus 2019 di Jakarta, Kamis, memutuskan untuk menurunkan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 5,50% dari sebelumnya 5,75%.

Kemudian, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi sebesar 4,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,25%. (gr)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA