Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pedagang menunjukkan emas batangan di salah satu toko perhiasan di kawasan Tebet, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Pedagang menunjukkan emas batangan di salah satu toko perhiasan di kawasan Tebet, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Ekspektasi Kebijakan Moneter Longgar Angkat Emas Berjangka

Kamis, 25 Juli 2019 | 07:58 WIB

CHICAGO, investor.id- Emas berjangka di divisi COMEX New York Merchantile Exchange sedikit lebih tinggi pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), karena data ekonomi yang suram mendorong ekspektasi untuk kebijakan moneter yang lebih longgar oleh bank-bank sentral utama. 

Kontrak emas paling aktif untuk  pengiriman  Agustus, seperti dilansir Antara, naik US$ 1,9 atau 0,13%, menjadi ditutup pada US$ 1.423,6 per ounce

Bank sentral Eropa (ECB) pada Kamis waktu setempat akan meletakkan dasar untuk penurunan suku bunga, sementara Federal Reserve AS (The Fed) diperkirakan akan memangkas suku bunga utamanya pada minggu depan

Namun, kenaikan logam mjulia dibatasi oleh greenback yang lebih kuat. Indeks dolar AS yang mengukur dolar terhadap enam mata uang utama saingannya, naik 0,02% menjadi 97,72 pada pukul 17.30 GMT, sesaat sebelum penyelesaian perdagangan emas.

Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS, yang berarti jika dolar AS naik maka emas berjangka akan turun, karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Sehari sebelumnya, emas berjangka berakhir lebih rendah karena dolar AS yang lebih kuat dan kenaikan ekuitas AS mengurangi daya tarik logam mulia sebagai aset safe haven.

Emas juga biasanya bergerak berlawanan arah dengan ekuitas AS. Ketika pasar saham sedang naik, maka investor mungkin berhenti membeli asset-aset safe haven seperti emas.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September naik 15 sen atau 0,91%, menjadi US$ 16,626 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik US$ 19,5 atau 2,26%, menjadi ditutup pada US$ 881,1 per ounce. (gr)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN