Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petugas memperlihatkan emas batangan bersertifikat logam mulia PT Aneka Tambang (Antam) Tbk di Jakarta, belum lama ini. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Petugas memperlihatkan emas batangan bersertifikat logam mulia PT Aneka Tambang (Antam) Tbk di Jakarta, belum lama ini. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Emas Anjlok ke Bawah Level Psikologis US$1.700/Ounce

Rabu, 31 Maret 2021 | 07:16 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Harga emas anjlok hampir 2% pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), ditutup di bawah batas psikologis US$ 1.700 dolar, karena penguatan dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang lebih tinggi.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi COMEX New York Exchange, anjlok US$ 28,6 atau 1,67% menjadi US$ 1.686 per ounce, setelah menyentuh terendah di level US$ 1.678,80. Ini pertama kalinya emas COMEX kembali level US$1.600 sejak 12 Maret dan merupakan penurunan satu hari terbesar sejak 26 Februari.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang dijadikan sebagai acuan melonjak ke tingkat tertinggi 14 bulan, didukung oleh harapan pertumbuhan dan inflasi yang lebih kuat menjelang rencana infrastruktur bernilai jutaan dolar oleh Presiden AS Joe Biden.

"Penggerak jangka pendek tampaknya menjadi sangat bearish untuk emas," kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA, mengaitkan pelemahan emas baru-baru ini pada penguatan dolar dan imbal hasil obligasi yang lebih tinggi.

Sementara itu, indeks dolar yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, melonjak ke level tertinggi lebih dari empat bulan, membuat emas dalam denominasi dolar lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS yang lebih tinggi telah mengancam daya tarik emas sebagai lindung nilai inflasi karena mereka meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan bunga.

Data ekonomi positif yang dirilis pada Selasa (30/3/2021) juga semakin mendorong emas lebih rendah. Indeks Harga Rumah Nasional S&P CoreLogic Case-Shiller melonjak 11,2% pada Januari, naik dari tingkat tahunan 10,4% pada bulan sebelumnya.

Sementara itu, lembaga riset swasta Conference Board melaporkan bahwa indeks kepercayaan konsumen terangkat menjadi 109,7 pada Maret, naik dari 90,4 pada Februari.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun US$ 63,4 sen atau 2,56% menjadi US$ 24,137 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turunUS$ 23,5 atau 1,98% menjadi US$ 1.160,60 per ounce.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : REUTERS

BAGIKAN