Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi: Petugas memperlihatkan emas batangan di Jakarta. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Ilustrasi: Petugas memperlihatkan emas batangan di Jakarta. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Emas Anjlok, Terpukul Penguatan Dolar AS

Jumat, 17 September 2021 | 06:55 WIB
S.R Listyorini

Investor.id – Emas mempercepat penurunannya pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi, WIB), ketika data penjualan ritel Amerika Serikat yang kuat mendorong dolar AS lebih tinggi dan memberi amunisi untuk spekulasi bahwa Federal Reserve dapat mempercepat pengurangan pembelian asetnya.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, anjlok US$ 38,1 atau 2,12% menjadi US$ 1.756,70 per ounce. Sehari sebelumnya, Rabu (15/9/2021), emas berjangka juga merosot US$ 12,3 atau 0,68% menjadi US$ 1.794,8per ounce.

Departemen Perdagangan AS melaporkan pada hari Kamis (16/9/2021) bahwa penjualan ritel AS naik 0,7% yang disesuaikan secara musiman pada bulan Agustus, menyusul penurunan 1,8% pada bulan Juli. Data tersebut mendorong dolar dan imbal hasil obligasi AS lebih tinggi sehingga mengurangi permintaan emas.

Ahli strategi pasar senior di RJO Futures Bob Haberkorn mengatakan bahwa emas telah mendapat pukulan yang cukup besar dengan kenaikan dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah dan data yang lebih kuat.

Kecuali ada beberapa peristiwa geopolitik atau kejutan dari Fed, menurut Haberkorn, lintasan emas tidak mungkin berubah menjelang pertemuan FOMC.

Emas juga menemukan sedikit dukungan dari kelesuan pasar tenaga kerja, dengan klaim pengangguran awal datang sedikit lebih tinggi dari yang diperkirakan minggu lalu.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa klaim tunjangan pengangguran awal naik 20.000 menjadi 332.000 dalam pekan yang berakhir pada tanggal 11 September.

"Angka penjualan ritel yang kuat menunjukkan sentimen konsumen mulai kembali, indikator yang baik bagi The Fed untuk membawa ekspektasi pada kenaikan suku bunga berikutnya," kata Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures di Chicago.

Fokus sekarang beralih ke pertemuan Fed 21—22 September.

"Ada banyak anggota di FOMC yang mendukung dimulainya pengurangan pembelian obligasi tahun ini. Oleh karena itu, prospek emas tidak positif," kata analis Quantitative Commodity Research, Peter Fertig.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman pada bulan Desember turun US$ 1,007 atau 4,23% menjadi US$ 22,794 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun US$ 7,2 atau 0,77% menjadi US$ 923,3 per ounce.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : ANTARA

BAGIKAN