Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi beragam ukuran emas batangan. ( Foto: Thomas Samson/AFP/Getty Images )

Ilustrasi beragam ukuran emas batangan. ( Foto: Thomas Samson/AFP/Getty Images )

Emas Anjlok Tertekan Yield Obligasi

Rabu, 17 Februari 2021 | 07:06 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Harga emas anjlok 1,33% pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), memperpanjang penurunan untuk hari ketiga berturut-turut, tertekan kenaikan tajam imbal hasil (yields) obligasi pemerintah Amerika Serikat usai libur Senin untuk memperingati Presidents Day.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi COMEX New York Exchange, anjlok US$ 24,2 atau 1,33% menjadi US$ 1.799,00 per ounce. Akhir pekan lalu, Jumat, harga emas berjangka turun US$ 3,6 atau 0,2% menjadi US$ 1.823,20 per ounce.

"Emas bergeser dari aset lindung nilai inflasi, seperti yang telah terjadi untuk sebagian besar tahun 2020, menjadi aset safe-haven lagi," kata ahli strategi komoditas TD Securities Daniel Ghali, seperti dikutip Reuters, menunjuk pada kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah.

Imbal hasil obligasi 10 tahun pemerintah AS naik ke titik tertinggi sejak Maret 2020, mendekati puncak kepanikan pandemi.

Faktor lain yang menjadi penekan emas adalah kenaikan saham di Wall Street yang mencapai rekor tertinggi sepanjang masa dipicu optimisme seputar paket bantuan virus corona AS senilai US$ 1,9 triliun.

Emas berada di bawah tekanan tambahan ketika Fed New York pada Selasa (16/2/2021) melaporkan bahwa indeks manufaktur Empire State naik 8,6 poin menjadi 12,1 pada Februari, menandai tingkat aktivitas tertinggi sejak Juli 2020.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : REUTERS

BAGIKAN